Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama dengan penyelenggara telekomunikasi XLSMART siap memberikan pemberdayaan digital bagi 2,4 juta perempuan melalui DigiHer di 2026.
DigiHer merupakan fitur baru di dalam platform pemberdayaan digital perempuan milik XLSMART, Sisternet, terhubung dengan program Digital Talent Scholarship dari Kemkomdigi.
"Kita mau paling tidak 2,4 juta perempuan untuk tahun 2026 saja bisa mendapatkan akses dari program ini agar mereka menjadi perempuan-perempuan, ibu, yang kemudian terliterasi dengan baik di ranah digital. Sehingga bisa menjadi garda untuk menjaga keluarganya," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam acara BRAVO 500 Summit 2026 yang diselenggarakan XLSMART di Jakarta, Kamis.
DigiHer dirancang menjadi ruang belajar digital yang inklusif, relevan, dan mudah dijangkau untuk membantu perempuan Indonesia meningkatkan literasi digital, keterampilan teknologi, produktivitas, serta kesiapan menghadapi peluang ekonomi digital.
Baca juga: XLSMART kenalkan ESTA Prime di BRAVO 500 Summit 2026
Inisiatif ini merupakan kerja sama berkelanjutan yang sebelumnya pada 2025 telah menjangkau sebanyak 1,6 juta perempuan kepada akses dan pemberdayaan digital.
DigiHer juga hadir berkaca dari kondisi penetrasi internet yang ditemukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai penetrasi internet perempuan dan laki-laki yang masih menunjukkan kesenjangan.
Dalam temuan itu, penetrasi internet pada laki-laki sudah mencapai 82,7 persen dan untuk penetrasi internet pada perempuan sebesar 78,6 persen.
Baca juga: XLSMART: AI dan data jadi kunci transformasi digital korporasi
Meski dalam persentase angkanya terlihat tidak terlalu signifikan, kesenjangan tersebut masih terjadi karena perempuan masih menghadapi tantangan dalam keterhubungan digital, akses terhadap pelatihan berkualitas, informasi, serta peluang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Director and Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan DigiHer menjadi cara XLSMART memberdayakan perempuan di era digitalisasi.
Peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas tidak hanya bagi individu tapi juga keluarga maupun komunitas yang lebih besar lagi.
Baca juga: Kemkomdigi dan XLSmart cetak talenta digital perempuan lewat Sisternet
"Dengan dukungan ekosistem Sisternet, kolaborasi bersama Kemkomdigi, serta jaringan XLSMART yang terus diperkuat, kami berharap DigiHer dapat menjadi ruang belajar digital yang mendorong perempuan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator, pemimpin, dan bagian dari talenta digital masa depan," kata Merza.
DigiHer dikembangkan secara khusus dengan memahami kebutuhan perempuan Indonesia. Tidak hanya menghadirkan materi pembelajaran, DigiHer juga menjadi bagian dari ekosistem Sisternet yang mencakup komunitas, webinar, mentoring, networking, informasi peluang pengembangan karier, serta berbagai program pemberdayaan perempuan lainnya.
Baca juga: Kompetisi TIK Huawei 2026 perkuat kesiapan talenta digital ASEAN
Fitur ini terbuka untuk seluruh perempuan Indonesia, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku UMKM, pekerja informal, hingga ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan digital mereka.
Selain membuka ruang edukasi dalam Sisternet, XLSMART juga mendukung transformasi digital dengan memperkuat fondasi konektivitas nasional melalui penguatan layanan 4G serta pengembangan konektivitas 5G di berbagai wilayah.
Baca juga: Kemnaker tegaskan kesiapan SDM adaptif hadapi transformasi teknologi
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































