Jakarta (ANTARA) - Dapur lapangan TNI terus mengepul tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi masyarakat terdampak maupun personel TNI yang sedang bekerja memulihkan infrastruktur, seperti jembatan yang rusak akibat bencana di Sumatera Barat
Dikutip dari rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Jumat, pelayanan dapur lapangan tersebut dilaksanakan Bekangdam XX/Tanjungpura (TIB).
Personel dapur umum menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji ke lokasi-lokasi terdampak serta kepada prajurit TNI AD yang sedang membangun jembatan bailey, armco, maupun jembatan gantung.
Di lapangan, suasana dapur umum tampak hidup dan penuh gotong royong. Anggota TNI bersama warga setempat bahu-membahu menyiapkan makanan, mulai dari mengaduk bumbu, mencuci dan memilah sayuran, mengupas kentang, menggoreng lauk, hingga membungkus nasi dan lauk dalam jumlah besar untuk didistribusikan.
Sejumlah dapur lapangan beroperasi aktif, di antaranya di Sungai Lasi Kabupaten Solok, Durian Kilangan Pasaman Barat, Batu Calong Durian Gagak Nagari Aur Malintang, Muaro Busuak Kabupaten Solok, Aia Taganang, Kubu Sarunai, Sungai Rangeh, Kampuang Bancah, Salimpuang, Kampuang Jambu, Kampuang Mahakarya Pasaman Barat, hingga SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kabupaten Agam.
Baca juga: 13 titik dapur umum layani 159 ribu pengungsi di Aceh Tamiang
Pantauan di beberapa lokasi, Kamis (15/1), prajurit TNI terlihat memasak menu beragam, seperti lauk berkuah santan, ayam balado, rendang nangka, nasi goreng, mie, telur ceplok, hingga gorengan.
Tidak jarang ibu-ibu setempat ikut terlibat langsung membantu proses memasak, mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat di tengah situasi darurat.
Sementara itu, pembangunan dan perbaikan jembatan di wilayah Sumatera Barat terus dikebut. Sejumlah jembatan Bailey, Armco, dan gantung berada dalam berbagai tahap penyelesaian.
Beberapa jembatan telah rampung 100 persen dan dapat dilalui kendaraan, sementara lainnya sudah berfungsi namun masih dalam tahap penyempurnaan struktur dan akses jalan.
Salah satunya Jembatan Armco Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang telah selesai dibangun dan kini dapat digunakan masyarakat.
Sementara Jembatan Armco Kampuang Jambu, Kecamatan Tanjung Raya, sudah berfungsi namun masih dilakukan penyelesaian alas jembatan, bronjong batu, serta penataan bantalan jembatan dengan melibatkan alat berat.
Baca juga: Mensos: Dapur umum tetap beroperasi selama tanggap darurat di Sumatera
Pengerjaan jembatan Bailey dan jembatan gantung di sejumlah titik lainnya di Sumatera Barat juga terus dilakukan secara intensif, seiring komitmen TNI untuk mempercepat pemulihan akses transportasi dan mendukung aktivitas masyarakat pascabencana.
Keberadaan dapur umum yang terus mengepul ini menjadi simbol nyata kehadiran negara melalui TNI, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Berikut dapur umum TNI yang tersebar di wilayah Sumatera Barat:
1. Dapur Lapangan Sungai Lasi, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok.
2. Dapur Lapangan Durian Kilangan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
3. Dapur Lapangan Batu Calong Durian Gagak, Nagari Aur Malintang.
4. Dapur Lapangan Muaro Busuak, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.
5. Dapur Lapangan Aia Taganang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
6. Dapur Lapangan Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
7. Dapur Lapangan Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kabupaten Agam.
8. Dapur Lapangan Kampuang Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
9. Dapur Lapangan Salimpuang, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
10. Dapur Lapangan Kampuang Jambu, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
11. Dapur Lapangan Kampuang Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.
12. Dapur Lapangan SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Baca juga: Dapur umum Polri terus beroperasi layani pengungsi Aceh Tamiang-Sumbar
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































