China minta Afghanistan dan Pakistan sama-sama menahan diri

7 hours ago 5

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China meminta agar Afghanistan dan Pakistan dapat sama-sema menahan diri menyusul aksi saling serang di sejumlah titik di kedua negara.

"China mengikuti perkembangan situasi di Pakistan dan Afghanistan dengan saksama. Sebagai tetangga dan sahabat mereka, China sangat prihatin atas peningkatan konflik Pakistan-Afghanistan dan sedih atas korban jiwa," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (27/2).

Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban seperti gudang amunisi di Provinsi Khost dan Nangarhar, Afghanistan pada Jumat (27/2) pagi waktu setempat.

Pakistan melancarkan serangan udara sebagai bagian dari Operasi Ghazab Lil Haq (Amukan Keadilan), yang dilancarkan setelah Taliban Afghanistan memulai serangan terhadap pos-pos Pakistan di perbatasan pada Kamis (26/2) malam waktu setempat.

"Pakistan dan Afghanistan adalah dan akan selalu menjadi tetangga satu sama lain. Mereka berdua juga tetangga China," tambah Mao Ning.

Intensitas bentrokan yang sedang berlangsung antara Pakistan dan Afghanistan, ungkap Mao Ning, telah melampaui tingkat sebelumnya.

"Perpanjangan atau peningkatan ketegangan akan menimbulkan kerugian dan kerusakan di kedua belah pihak. China mendukung pemberantasan semua bentuk terorisme dan menyerukan kedua belah pihak untuk tetap tenang, menahan diri, menyelesaikan perbedaan dan perselisihan dengan benar melalui dialog dan negosiasi," ungkap Mao Ning.

Ia juga meminta agar kedua negara dapat mengakhiri pertempuran sesegera mungkin, serta menghindari penderitaan lebih lanjut.

"Hal ini demi kepentingan mendasar kedua negara dan kedua bangsa, dan akan membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. China telah menjadi mediator antara kedua negara melalui cara kami sendiri, dan siap untuk terus memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan dan meningkatkan hubungan antara kedua negara," tambah Mao Ning.

Kementerian dan kedutaan besar China di Pakistan dan Afghanistan, sebut Mao Ning, sedang menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait di kedua negara tersebut.

"China juga meminta Pakistan dan Afghanistan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel, proyek, dan lembaga China di kedua negara," tegas Mao Ning.

Namun, hingga saat ini Mao Ning mengatakan belum memutuskan apakah akan ada evakuasi warga negara China dari dua negara tersebut.

"Kami akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga negara China yang membutuhkan bantuan di dua negara tersebut," kata Mao Ning.

Serangan Afghanistan pada Kamis (26/2) itu menyasar pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand yaitu perbatasan kedua negara yang tidak diakui Afghanistan sebagai balasan atas pengeboman oleh angkatan udara Pakistan.

Akibat serangan Afghanistan itu, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan pasukannya menewaskan 55 tentara Pakistan dan menyita puluhan peralatan militer Pakistan dalam operasi tersebut sedangkan delapan personel keamanan Afghanistan tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka. Pihak kementerian menyebutkan aksi militer di sepanjang perbatasan kini telah berakhir.

Juru bicara perdana menteri Pakistan Mosharraf Zaidi menyebut ada 72 militan Afghanistan tewas, lebih dari 120 orang luka-luka, 16 pos hancur, dan tujuh pos Afghanistan direbut dalam serangan balasan oleh pasukan Pakistan.

Laporan mengatakan pasukan Pakistan menembaki sebuah rumah sakit di daerah perbatasan Torkham di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, pada Jumat dan melukai satu orang.

Pejabat departemen kesehatan Nangarhar menyebutkan bahwa "fasilitas rumah sakit berkapasitas 20 tempat tidur di Torkham itu diserang oleh rezim militer Pakistan yang melukai seorang petugas medis." Korban telah dipindahkan ke fasilitas medis lain untuk perawatan.

Sebelumnya, Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan Attaullah Tarar dalam sebuah pernyataan mengatakan sedikitnya dua tentara Pakistan tewas dan tiga lainnya terluka setelah Taliban Afghanistan menembaki pos-pos Pakistan di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Tarar mengatakan pasukan keamanan telah melancarkan serangan balasan yang cepat dan efektif, dan Pakistan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan integritas teritorialnya serta melindungi keselamatan dan keamanan warganya.

Atas serangan Pakistan tersebut, Afghanistan kemudian kembali melancarkan operasi militer baru, kali ini dari provinsi Helmand dan Kandahar di selatan.

Baca juga: Indonesia dorong penyelesaian damai konflik Afghanistan-Pakistan

Baca juga: Malaysia menyeru Pakistan-Afghanistan hentikan operasi militer

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |