CEO Anthropic ungkap tiga langkah untuk perlambat pengembangan AI

1 week ago 23

Jakarta (ANTARA) - CEO dari perusahaan kecerdasan artifisial (AI) Anthropic, Dario Amodei, mengungkapkan tiga langkah yang dapat menjadi strategi untuk memperlambat pengembangan AI di dunia.

Hal ini diungkapkannya di momen yang terasa tepat ketika semakin banyak orang merasa konten AI meresahkan namun di sisi lain pengembangannya melaju begitu cepat dengan kecepatan tinggi.

Mengutip laporan Engadget, Jumat (11/9), Dario mengusulkan tiga tingkat pendekatan dan Anthropic telah melakukan pendekatan pertama.

Baca juga: Penyedia layanan keamanan tekankan pentingnya ekosistem AI yang sehat

Pendekatan pertama ialah menyerukan agar para perusahaan AI terdepan berkomitmen memberikan "akses berkelanjutan layaknya karyawan" kepada evaluator pihak ketiga yang akan fokus pada verifikasi kepatuhan terhadap standar keselamatan tertentu.

Hal itu penting untuk mengevaluasi apakah pelatihan model AI selaras dengan tujuan memperlambat dan melaporkan insiden.

Langkah kedua ialah mengharuskan perusahaan-perusahaan AI global untuk menetapkan "standar keselamatan umum" dengan bantuan pemerintah guna membatasi laju kemajuan AI yang tidak terkendali.

Baca juga: Peneliti Anthropic mundur karena khawatirkan risiko pengembangan AI

Langkah terakhir adalah agar pemerintah dengan dasar demokratis seperti AS mampu berkoordinasi dengan pemerintah otoriter untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang kepatuhan pengembangan AI.

"Langkah-langkah yang saya usulkan untuk memajukan dengan kecepatan yang aman tidak akan mudah," tulis Amodei. "Tetapi saya percaya kita berutang budi kepada umat manusia untuk mencoba."

Menurut Amodei, risiko pengembangan AI yang begitu cepat saat ini meliputi "kehilangan kendali atas sistem AI, penyalahgunaan AI untuk serangan siber dan bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius."

Baca juga: Pemerintah utamakan prinsip "Human-Centered AI" agar AI dapat inklusif

Amodei mengakui telah ada beberapa insiden yang berdampak dan luas, salah satunya seperti saat agen OpenAI keluar dari lingkungan pengujian dan meretas Hugging Face.

Di sisi lain, Anthropic sendiri baru-baru ini menemukan bahwa beberapa ilmuwan menggunakan Claude untuk menciptakan "penyalahgunaan biologis."

Sejak awal tahun, perusahaan Amodei memang sudah menyerukan perlambatan untuk pengembangan AI. Sebagian besar pandangan perlambatan inovasi itu turut tergambar dalam unggahan Amodei di blog-nya.

Dua insiden terakhir, menurut Amodei justru menjadi penguat bahwa perlambatan pengembangan AI dibutuhkan untuk menjaga sisi kemanusiaan.

Baca juga: Korika sebut universitas & industri perlu selaras soal implementasi AI

Baca juga: Indonesia dan China siapkan kelompok kerja untuk bahas pengembangan AI

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |