Cegah karhutla, polisi Muara Enim gelar Subuh keliling

1 week ago 21

Palembang (ANTARA) - Polres Muara Enim, Sumatera Selatan, mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui program shalat Subuh keliling di masjid-masjid di daerah tersebut.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra di Muara Enim, Minggu, mengatakan program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan personel polsek dan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Menurut dia, pendekatan melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla.

"Pencegahan karhutla harus dilakukan bersama-sama. Melalui hal ini, personel tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menyampaikan secara langsung pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Hendri mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah karhutla karena berada paling dekat dengan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas pembakaran lahan atau menemukan potensi terjadinya karhutla.

Selain memberikan edukasi mengenai karhutla, personel kepolisian menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jamaah.

Pesan tersebut antara lain mengenai penguatan semangat warga menjaga warga, peningkatan kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C).

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengatakan edukasi pencegahan karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, tetapi juga melalui edukasi yang terus diperkuat. Subuh keliling menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Muara Enim, hingga 1 September 2026 tercatat 109 kejadian karhutla di daerah tersebut dengan luas lahan terbakar mencapai 423,5 hektare.

Karhutla antara lain terjadi di Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Gunung Megang, Muara Enim, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul, dengan Gelumbang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

Penanganan karhutla masih berlangsung pada September 2026. Pada Jumat (11/9), tim Brimob Polda Sumatera Selatan melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Gelumbang menggunakan cairan pemadam khusus.

Baca juga: Karhutla 12 hektare di Lingga, petugas berjibaku padamkan api

Baca juga: Polisi tetapkan tersangka pembakar hutan seluas 80 hektare di Koltim

Baca juga: Kemenhut pastikan kendalikan kebakaran di TN Gunung Ciremai

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |