BWS Sumatera fokus normalisasi sungai Pidie Jaya pascabencana

6 hours ago 2

Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I fokus melakukan normalisasi Sungai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang rusak pascabencana agar aliran air kembali lancar.

"Penanganan difokuskan pada upaya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen dan pembersihan material kayu serta sampah yang menghambat aliran air," kata Kepala BWS Sumatera I, Asyari, di Banda Aceh, Sabtu.

Asyari mengatakan, pihaknya terus bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat di Sungai Meureudu sebagai komitmen pemerintah dalam meminimalkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat serta melindungi infrastruktur di sekitar aliran sungai.

Ia menjelaskan, material yang menumpuk di badan sungai selama ini menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya kapasitas tampung sungai, sehingga meningkatkan risiko luapan saat debit air meningkat.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah berupaya maksimal buka akses jalan di perkebunan

Karena itu, selain normalisasi, BWS Sumatera I juga melakukan perbaikan tanggul-tanggul yang mengalami kerusakan dan putus akibat tingginya debit air.

"Kita sedang perbaikan tanggul karena kondisi sekarang banyak tanggul-tanggul yang putus dan perlu ditutup kembali," ujarnya.

Dalam upaya normalisasi Sungai Meureudu ini, BWS Sumatera I saat ini telah mengerahkan belasan alat berat, di antaranya sembilan eskavator, lima dum truk dan satu unit wheel loader.

Asyari menuturkan, perbaikan ini bertujuan untuk memperkuat daya tahan tebing sungai, memperlancar arus, serta mengurangi potensi banjir yang dapat mengancam pemukiman warga dan fasilitas umum di sekitar.

Upaya tanggap darurat ini, lanjut dia, diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka pendek sekaligus menjadi langkah awal penanganan yang lebih komprehensif di Sungai Meureudu.

"Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir dalam menjaga keamanan sumber daya air serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya," tegasnya.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan tanggap darurat normalisasi masih pada pembersihan sampah kayu serta memperbaiki tanggul guna mengurangi dampak lebih luas saat banjir susulan.

"Nanti dilanjutkan dengan pekerjaan rehab-rekon secara menyeluruh, di hulu pekerjaan sabo dam (bangunan pengendali), di tengah penguatan tebing, dan hilir perbaikan muara," demikian Asyari.

Baca juga: Periset BRIN sebut ekoteologi jadi solusi trauma ganda pascabencana

Baca juga: Kodam I/BB terima jembatan modular tingkatkan akses warga di Sumut

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |