BUMD asal Sumsel jalin kerja sama minyak rakyat dengan Pertamina

3 months ago 26
...Alhamdulillah tadi malam sudah mengalir dari Petro Muba ke Pertamina Ramba Terminal

Jakarta (ANTARA) - Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan Petro Muba, badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di sektor energi asal Sumatera Selatan, telah menjalin kerja sama produksi minyak dari sumur rakyat dengan Pertamina Ramba Terminal.

“Alhamdulillah tadi malam sudah mengalir dari Petro Muba ke Pertamina Ramba Terminal,” ucap Djoko Siswanto ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut terkait dengan kemajuan penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja Untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, yang memungkinkan sumur rakyat untuk dikelola oleh koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), atau usaha kecil dan menengah (UKM) milik masyarakat di daerah tersebut.

Kementerian ESDM menerbitkan aturan tersebut dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberi kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini bekerja di sektor penambangan minyak rakyat.

Baca juga: Pemerintah tata ulang 45 ribu sumur rakyat, perkuat ketahanan energi

“(Yang Medco) nanti, setelah ini. Satu per satu,” kata Djoko.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan terdapat dua hal yang diperhatikan oleh pemerintah dalam penerapan Permen 14/2025, yakni keterlibatan BUMD, UMKM, dan koperasi; serta aspek lingkungan.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam menyusun tahapan pengelolaan sumur minyak rakyat dari sisi tata kelola lingkungannya.

“Kami sedang berproses ke situ,” ucap Laode.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat 45.095 sumur minyak rakyat di enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca juga: Pemprov Jateng tunggu verifikasi Kementerian ESDM terkait sumur ilegal

Sebagian besar sumur dikelola masyarakat dengan cara tradisional dan menjadi sumber ekonomi bagi banyak keluarga di sekitar wilayah penambangan.

Kementerian ESDM telah menyelesaikan inventarisasi nasional terhadap seluruh sumur minyak rakyat pada 9 Oktober 2025.

Hasil pendataan tersebut menjadi dasar penetapan sumur yang masih aktif dan layak berproduksi.

Selama empat tahun masa penanganan, kegiatan produksi akan didampingi oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi guna memastikan keselamatan kerja serta penerapan praktik teknik yang baik (good engineering practices).

Baca juga: Setahun Prabowo, kebijakan sumur minyak rakyat bangun ekonomi daerah

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |