BPBD: Karhutla Poso hanguskan 50 hektare lahan gambut dan kebun warga

4 hours ago 5
Api dengan cepat merambat hingga ke area pemukiman warga serta fasilitas sekolah

Palu (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghanguskan sekitar 50 hektare lahan gambut dan perkebunan warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng Asbudianto dalam keterangan di Palu, Minggu petang, mengatakan sampai saat ini api belum berhasil dipadamkan.

"Api dengan cepat merambat hingga ke area pemukiman warga serta fasilitas sekolah," ungkapnya.

Kebakaran terjadi sejak Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan atau terdampak sekitar 50 hektare lahan terdiri atas 20 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut.

Baca juga: Gubernur instruksikan BPBD kabupaten/kota di Sulteng siaga karhutla

Selain lahan, SMA 1 Pamona Selatan juga dilaporkan terdampak akibat kebakaran yang terus meluas. Kebakaran dipicu angin kencang yang menyebabkan api dengan cepat merambat dan meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga serta fasilitas pendidikan.

Kebakaran juga menyebabkan dua anggota pemadam kebakaran terdampak dalam proses penanganan, sementara laporan sementara menyebutkan tidak terdapat warga yang mengungsi.

Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan masyarakat, telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta melakukan pemadaman bersama.

Baca juga: BPBD Sulteng tangani 33 karhutla selama Januari-Agustus 2026

Sementara itu kebutuhan mendesak di lokasi antara lain tangki air, selang pemadam, mesin pemadam, tandon, serta mobil tangki ai

Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara menyatakan tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek Pamona Selatan, TNI, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta ratusan warga setempat sempat melakukan upaya pemadaman dan pembuatan sekat bakar guna melokalisasi titik api.

"Penanganan karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri, karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terlebih angin kencang dapat mempercepat penyebaran api," ucapnya.

Baca juga: BPBD Sigi butuh bantuan tangani karhutla di Gunung Lembosa Lindu

Pewarta: Fauzi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |