BPBD: 44 rumah di Kota Serang rusak akibat cuaca ekstrem

3 weeks ago 7
Total rumah rusak mencapai 44 unit. Jenis kerusakan bervariasi mulai dari atap dapur ambruk

Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, mencatat sebanyak 44 rumah warga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut hingga Jumat.

Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan di Serang, Jumat, mengatakan berdasarkan laporan final situasi kebencanaan BPBD Kota Serang pukul 14.00 WIB, kerusakan rumah tersebut disebabkan oleh hujan deras disertai angin kencang yang memicu struktur bangunan roboh maupun tertimpa pohon tumbang.

Sebaran kerusakan rumah tercatat merata di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kasemen, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, Serang, dan Taktakan.

"Total rumah rusak mencapai 44 unit. Jenis kerusakan bervariasi mulai dari atap dapur ambruk, dinding roboh, hingga kerusakan pada bagian depan rumah," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa dan ASN bantu verifikasi ribuan rumah rusak di Aceh

Kecamatan Walantaka menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan jumlah laporan cukup banyak. Di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, tercatat sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian dapur dan atap akibat diterjang cuaca buruk pada Senin (12/1).

Selain faktor angin kencang dan hujan lebat, beberapa rumah juga dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon. Di Kecamatan Taktakan dan Kasemen, pohon tumbang dilaporkan menimpa bagian atap dan dapur milik warga.

Tim BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel untuk melakukan asesmen kerusakan dan membantu penanganan di lokasi kejadian.

"Kami melakukan penanganan pohon tumbang dan asesmen rumah roboh serta pendataan untuk wilayah yang terdampak," katanya.

Baca juga: Banjarnegara banjir-longsor, puluhan rumah rusak & 165 warga mengungsi

Selain menyebabkan kerusakan pada 44 unit rumah, cuaca ekstrem di Kota Serang juga mengakibatkan banjir yang merendam 1.629 rumah dan menyebabkan 11 kejadian pohon tumbang di jalur protokol. Total warga yang terdampak rangkaian bencana hidrometeorologi ini mencapai 1.809 kepala keluarga (KK) atau 6.544 jiwa.

"Untuk banjir hingga saat ini sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing," imbuhnya.

BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana maupun yang memiliki pohon besar di sekitar rumah untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.

Baca juga: 41 rumah di Tulungagung rusak diterjang angin puting beliung

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |