Jakarta (ANTARA) - Bocoran desain ponsel pintar Samsung Galaxy A57 mencuat setelah badan sertifikasi ponsel pintar China, TENAA, memperbarui basis datanya dengan menampilkan gambar desain perangkat tersebut untuk pertama kalinya.
Dilansir dari Gizmochina, berdasarkan gambar desain tersebut, secara umum tampilan Samsung Galaxy A57 tidak jauh berbeda dari pendahulunya, dengan mempertahankan desain layar dan bodi belakang yang datar, serta ciri khas “Key Island” Samsung yang sedikit menonjol di sisi kanan untuk tombol daya dan volume.
Pembaruan desain paling menonjol terdapat pada modul kamera belakang. Samsung menghadirkan struktur dua lapis, dengan bingkai luar yang lebih tebal dan sewarna dengan bodi ponsel, mengelilingi modul kamera berbentuk pil berwarna hitam yang menampung lensa-lensa kamera.
Baca juga: Samsung Galaxy A57 diperkirakan gunakan panel OLED fleksibel
Selain itu, Galaxy A57 juga dikabarkan punya ketebalan bodi 6,9 mm atau lebih tipis dibanding model ponsel pendahulunya yang berukuran 7,4 mm.
Dari sisi spesifikasi, Galaxy A57 dibekali layar AMOLED 6,6 inci (16,8 cm) beresolusi FHD+. Perangkat ini ditenagai chipset octa-core dengan kecepatan hingga 2,9 GHz, yang menurut Geekbench diduga merupakan Exynos 1680 buatan Samsung.
Untuk fotografi, ponsel pintar ini mengusung kamera utama 50 megapiksel, kamera ultra-wide 12 megapiksel, kamera makro 5 megapiksel, serta kamera depan beresolusi 12 megapiksel.
Baca juga: Ini bocoran jadwal peluncuran Samsung Galaxy A57 dan A37
Galaxy A57 dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt. Ponsel ini diperkirakan hadir dalam setidaknya dua varian penyimpanan, yakni 8 GB/256 GB dan 12 GB/256 GB, serta menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI 8.
Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy A57 pada akhir Februari, sebelum peluncuran seri Galaxy S26.
Baca juga: Samsung dikabarkan hentikan pengembangan ponsel tipis Galaxy S26 Edge
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 bawa peningkatan kamera telefoto dan ultrawide
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































