Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) berjalan sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) di Denpasar, Bali.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, mengatakan tim kerja terus berkoordinasi untuk pendistribusian MBG bagi 3B bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan distribusi MBG 3B berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai standar pemenuhan gizi. Koordinasi dilakukan dengan melibatkan SPPG di masing-masing wilayah sasaran serta petugas lini lapangan di bawah Kemendukbangga/BKKBN, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mengurus desa terkait," ujar dia.
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tepatnya di Polda Bali, mulai melaksanakan distribusi MBG 3B per hari ini. Pada tahap awal, pendistribusian MBG 3B menyasar 32 penerima manfaat, terdiri atas 31 balita dan satu ibu hamil.
Kepala SPPG Polda Bali Made Mendra Arsana menyatakan kesiapan SPPG-nya dalam mendukung pelaksanaan program.
"Kami memastikan seluruh proses penyediaan dan pendistribusian MBG 3B memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Koordinasi dengan Kemendukbangga/BKKBN serta petugas lini lapangan menjadi kunci agar layanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sasaran," ujar Made Mendra Arsana.
Koordinasi bersama SPPG juga dilakukan di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. SPPG Dangin Puri Kangin, misalnya, telah beroperasi sejak 22 Desember 2025 dan saat ini melayani 315 penerima MBG 3B, terdiri dari 16 sasaran ibu hamil, 27 sasaran ibu menyusui dan 272 balita non PAUD yang tersebar di tujuh banjar (RW).
Kepala SPPG Dangin Puri Angin Gede Ngurah Devin Indra Kusuma menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat.
"SPPG Dangin Puri Kangin berkomitmen memberikan layanan MBG 3B secara konsisten dan berkualitas. Melalui koordinasi yang kuat dengan Kemendukbangga/BKKBN dan pendamping keluarga, kami optimis program ini dapat berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting," tuturnya.
Baca juga: Petugas SPPG Danupayan pakai kostum warok saat antar MBG ke sekolah
Baca juga: Dinkes Lombok Tengah amankan sampel MBG diduga penyebab keracunan massal
Baca juga: DPD RI apresiasi Pemkot Jambi percepat program Makan Bergizi Gratis
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































