Batam (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau telah menjangkau 10.111 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Riau (Kepri) Rohina menjelaskan target awal bantuan Program Genting di Kepri ditetapkan untuk 4.626 KRS dengan total sasaran 9.135 penerima bantuan di seluruh kabupaten/kota di provinsi itu.
“Alhamdulillah, hingga Oktober 2025 sudah ada 10.111 KRS yang menerima bantuan. Ini berarti capaian kita mencapai lebih dari dua kali lipat dari target awal atau 218,57 persen,” ujar Rohina saat dihubungi di Batam, Senin.
Bantuan yang diberikan dalam Program Genting terdiri atas berbagai bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup KRS.
Baca juga: Kemendukbangga: Program MBG dapat menekan stunting
Bantuan yang hingga kini telah disalurkan kepada KRS yakni akses air bersih bagi 34 penerima, 120 jamban bersih, 14 bedah rumah, 4.523 paket nutrisi, dan 5.420 kegiatan edukasi pencegahan serta penanganan stunting.
Ia menyebutkan Batam menjadi daerah dengan penerima bantuan terbanyak, yakni 5.597 penerima bantuan, disusul oleh Anambas sebanyak 1.122 penerima, dan Tanjungpinang dengan 925 penerima.
“Untuk pembangunan akses air bersih dan jamban bersih, bantuan diberikan langsung ke rumah-rumah keluarga berisiko stunting. Banyak pihak juga berkontribusi secara langsung, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR),” kata Rohina.
Baca juga: HUT RI, Gubernur Kepri ajak orang tua bersama-sama cegah stunting
Total nilai bantuan Program Genting, kata dia, mencapai sekitar Rp1,48 miliar, berasal dari CSR perusahaan serta dukungan bank seperti BSI dan BNI.
Rohina menambahkan sumber pembiayaan utama untuk program pencegahan stunting berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang Keluarga Berencana (KB) di tingkat kabupaten/kota melalui Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Kalau BOKB itu difokuskan untuk kegiatan edukasi kepada kader dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kepri.
Baca juga: Dinkes Batam tekankan pentingnya peran bidan dalam pencegahan stunting
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































