Biaya perawatan korban pesantren ambruk ditanggung Pemkab Situbondo

3 months ago 15
...Kami juga akan mempercepat pemulihan pembangunan melalui Biaya Tak Terduga

Situbondo (ANTARA) - Wakil Bupati Situbondo, Jawa Timur, Ulfiyah mengemukakan biaya perawatan santriwati korban ambruknya atap bangunan asrama pesantren ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.

Atap asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, ambruk dan mengakibatkan seorang santriwati meninggal dan 18 korban lainnya luka-luka.

"Selain menanggung biaya perawatan santriwati yang saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit, untuk perbaikan atap bangunan asrama putri pesantren akan menggunakan dana dari Biaya Tak Terduga atau BTT," kata Wabup Ulfiyah saat mengunjungi korban di RSUD Besuki Situbondo, Rabu.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Situbondo juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Kementerian Agama dan pihak terkait lainnya untuk langkah-langkah pemulihan atap bangunan asrama putri pesantren tersebut.

Baca juga: PBNU sampaikan duka atas robohnya asrama di Ponpes Syafiiyah Situbondo

Menurut Wabup Ulfiyah, pemerintah daerah akan mempercepat proses renovasi bangunan asrama putri pondok pesantren dengan memanfaatkan dana BTT.

"Jadi, kami akan mempercepat pemulihan pembangunan melalui Biaya Tak Terduga (BTT), itu pesan Mas Rio (Bupati Situbondo) untuk disampaikan kepada pengasuh pesantren," tuturnya.

Dari pantauan, Wabub Ulfiyah mengunjungi santriwati yang masih menjalani rawat inap di RSUD Besuki, dan ke rumah duka mendiang Putri (13) santriwati yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan atap bangunan.

Informasi dihimpun ANTARA, insiden ambruknya salah satu atap bangunan asrama putri pesantren itu terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 1.00 WIB, saat semua santriwati tengah beristirahat, dan setelah hujan disertai angin atap bangunan ambruk menimpa para santriwati yang sedang tidur.

Baca juga: Pemkot Surabaya-ITS periksa struktur bangunan pondok pesantren

Baca juga: Kementerian PU audit ponpes sedang lakukan pembangunan

Dari 19 orang santriwati itu, satu korban meninggal, dua korban menjalani perawatan medis di RSUD Besuki, sedangkan belasan santriwati lainnya mengalami luka ringan.

Sampai saat ini Kepolisian Resor Situbondo masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab ambruknya atap bangunan asrama putri pondok pesantren itu.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |