Kota Jambi (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong pemanfaatan menu berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jambi guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memberdayakan potensi pangan daerah.
Kepala BGN Dadan Hindayana di Jambi, Rabu, mengatakan penggunaan bahan pangan lokal dalam program MBG mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah serta perekonomian pelaku usaha kecil dan petani lokal.
"Penggunaan bahan pangan lokal tidak hanya menjamin kualitas gizi, tetapi juga mendorong perekonomian daerah, karena petani, peternak, dan pelaku usaha lokal terlibat langsung dalam rantai pasok program MBG," katanya.
Program Makan Gizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, keberhasilan pelaksanaan yang sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Program MBG menyasar seluruh kelompok strategis, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak sekolah dari PAUD hingga SMA, santri, anak putus sekolah, hingga guru dan tenaga pengajar, untuk memastikan cakupan manfaat yang merata dan berkelanjutan," kata dia.
Pihaknya akan menyusun standar menu kearifan lokal yang tetap memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan unggulan daerah sehingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Kehadiran SPPG memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan hasil pertanian lokal, dan program MBG di Kota Jambi ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Sementara Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kunjungan kerja Kepala BGN dan menyambut baik program nasional MBG karena berpengaruh terhadap peningkatan IQ siswa, sehingga mendorong percepatan pelaksanaan agar masyarakat di daerah dapat segera merasakan manfaat.
Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pemerintah kota berupaya mempercepat pembangunan SPPG di wilayah setempat karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat, selain meningkatkan layanan gizi, program itu juga membuka lapangan pekerjaan baru.
Baca juga: SPPG wajib buat perjanjian waktu konsumsi terbaik MBG dengan sekolah
Baca juga: Pemkab Lombok Timur turunkan tim tangani kasus keracunan MBG
Baca juga: Puskesmas Kadupandak catat 28 siswa keracunan mendapat perawatan
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































