Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menyampaikan pentingnya penguatan literasi filantropi Islam yang modern, khususnya di kalangan generasi muda, guna meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi.
Rizaludin mengatakan, penguatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. Hal itu tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan Baznas secara berkala.
"Dari riset Baznas sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Rizaludin menyebutkan kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi zakat di Indonesia.
Baca juga: Baznas bagikan makanan bagi pekerja terdampak debu vulkanik di Jakarta
"Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya.
Dari kondisi tersebut, Rizaludin menilai pendidikan filantropi Islam penting diberikan sejak dini. Menurut dia, pembelajaran tersebut juga perlu memberikan pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong perubahan perilaku.
Ia juga mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan praktik, seperti manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler filantropi Islam.
Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang dikembangkannya di Baznas melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat.
"Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," tutur Rizaludin Kurniawan.
Baca juga: Baznas tegaskan dana ZIS tak digunakan untuk buku "Islam Ala Prabowo"
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































