Bandung Barat (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan suntikan vaksin dan vitamin kepada tim SAR gabungan yang bertugas mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, guna menjaga kesehatan personel di lapangan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah paparan virus maupun bakteri yang berpotensi berasal dari material longsoran dan jenazah korban.
“Jadi, kami dapat bantuan dari Kemenkes dan Dinkes terkait kondisi kesehatan tim SAR gabungan. Artinya ada vitamin dan vaksin, ini sangat berarti untuk para pencari,” kata Ade di Bandung Barat, Jumat.
Ade mengatakan selain vaksinasi dan pemberian vitamin, tenaga medis juga disiagakan di setiap sektor pencarian guna mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami personel selama operasi berlangsung.
“Di lapangan ini ada potensi, maka dari Dinkes diterjunkan tim dokter atau kesehatan di setiap site pencarian sehingga ketika ada sesuatu bisa langsung turun membantu,” ujarnya.
Baca juga: Basarnas perluas area pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat
Ade menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengusulkan operasi pencarian dilakukan selama 14 hari, dengan evaluasi pada hari ketujuh, Jumat (30/1), untuk menentukan apakah perlu diperpanjang.
“Jadi, kami dari tim SAR gabungan mengikuti ketentuan itu. Akan ada evaluasi apakah perpanjangan atau bagaimana. Kalau sebelum tujuh hari semua korban sudah ditemukan, bisa dihentikan, tergantung hasil pencarian,” katanya.
Berdasarkan data terakhir pada Kamis (29/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan hingga akhir hari keenam telah mengevakuasi 55 kantong jenazah, sementara sekitar 25 korban lainnya masih dalam pencarian.
Proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat juga terus berlangsung, dengan 41 kantong jenazah telah berhasil dikenali.
Baca juga: Tim SAR gabungan kerahkan 250 personel terlatih cari 80 korban Cisarua
Operasi pencarian difokuskan pada sektor-sektor yang dipetakan sebagai wilayah terdampak paling parah, sembari mengantisipasi potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca ekstrem.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































