Banjir dan longsor di Bone Bolango, satu warga hanyut terseret arus

3 hours ago 3

Gorontalo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mencatat satu warga hanyut terseret arus saat banjir dan longsor melanda Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango Achril Yoan Babyonggo, di Bone Bolango, Rabu, membenarkan data yang dihimpun bahwa korban bernama Wahnin Tangahu (35) sempat terbawa arus hingga ke laut saat banjir dan longsor terjadi pada Selasa (26/5) malam.

“Korban berhasil ditemukan dan diselamatkan warga sekitar, kemudian dibawa ke RS Tombulilato sebelum dirujuk ke RSUD Aloe Saboe untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan saat ini sudah tertangani,” kata Achril.

Ia menjelaskan hujan deras mulai mengguyur wilayah Kecamatan Bone sejak pukul 18.00 WITA dan sekitar pukul 22.00 WITA terjadi banjir dan longsor yang merendam puluhan rumah warga.

BPBD mencatat sebanyak 35 rumah terdampak banjir dan satu unit rumah mengalami rusak berat setelah terbawa arus air dan longsor.

Baca juga: Banjir terjang tiga kecamatan di Bone Bolango

Selain korban luka, bencana tersebut juga berdampak terhadap 35 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa.

Dalam penanganan awal, pemerintah desa bersama aparat TNI, Polri, dan relawan melakukan asesmen, evakuasi korban, serta membantu warga yang mengungsi di Dusun 3.

Warga bersama aparat juga bergotong royong membersihkan material banjir dan longsor di lokasi terdampak.

BPBD Kabupaten Bone Bolango menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi makanan siap saji, bantuan material dan alat berat untuk penanganan material longsor.

Sementara itu, Camat Bone kabupaten Bone Bolango Fian K Ruchban menyampaikan data sementara warga terdampak banjir dan longsor tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Bone.

Baca juga: Puluhan rumah di Bone Bolango terendam dan rusak diterjang banjir

Desa Muara Bone tercatat sebanyak 50 kepala keluarga terdampak, Desa Moodulio 97 kepala keluarga, Desa Taludaa 100 kepala keluarga, dan Desa Masiaga 10 kepala keluarga.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan karena curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.

Pewarta: Faradila Alim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |