Badan Gizi Nasional bidik Jember jadi role model program MBG

5 hours ago 4

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional membidik Kabupaten Jember menjadi role model program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai sebagai salah satu daerah paling progresif dalam penyediaan data penerima manfaat yang akurat dan lengkap.

"Kami memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempersiapkan program MBG," kata Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Sholawat Nusantara di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Menurutnya komitmen Pemkab Jember terlihat jelas dengan dibentuknya Satgas Percepatan MBG, sehingga menumbuhkan optimisme bahwa program MBG di Jember akan memberikan dampak ganda, baik untuk kesehatan anak maupun penguatan ekonomi lokal.

"Program itu bukan sekadar bantuan pangan, melainkan mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Sekitar 93 persen anggaran Badan Gizi Nasional akan disalurkan ke setiap SPPG," katanya.

Ia menjelaskan setiap satu unit SPPG diproyeksikan menerima dana sekitar Rp1 miliar setiap bulan, kemudian 70 persen anggaran digunakan untuk pembelian bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM setempat.

Sebanyak 20 persen untuk biaya operasional, termasuk honor sekitar 47 relawan setiap SPPG dan 10 persen untuk pengembalian investasi bagi mitra pembangun SPPG.

Baca juga: Kepala BGN: Kadin jadi mitra kunci pembangunan dapur MBG

"Di Jember sendiri ditargetkan akan berdiri sebanyak 400 unit SPPG. Saat ini, sebanyak 207 unit sudah mulai beroperasi. Artinya, sudah ada aliran dana sekitar Rp207 miliar per bulan yang masuk ke Jember. Itu akan sangat menggerakkan roda ekonomi daerah," ujar Dadan.

Terkait pengawasan, lanjut dia, BGN telah menyiapkan sistem berlapis melalui deputi pengawasan, pemantauan, serta inspektorat. Namun, pihaknya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi foto.

"Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga meminta Bupati untuk memberikan rekomendasi jika ada SPPG yang tidak patuh dan akan kami tindak lanjuti," katanya.

Baca juga: WFH tidak berlaku bagi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan

Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program MBG bukan sekadar upaya perbaikan gizi, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan bagi Jember.

"Potensi perputaran uang dari program MBG sangat fantastis. Jika seluruh SPPG sudah beroperasi penuh, maka nilai ekonomi yang beredar di Jember diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp4,6 triliun per tahun," katanya.

Menurutnya angka itu bahkan berpotensi melampaui total APBD Kabupaten Jember yang saat ini berada di angka Rp4,3 triliun dan perputaran uang dari MBG itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah, dan yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerja baru bagi warga Jember.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan, banyak tenaga kerja yang terserap adalah mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, seperti ibu rumah tangga dan warga dengan ekonomi rendah.

"Dengan keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai produksi MBG, angka pengangguran di Jember diharapkan dapat menurun secara drastis, yang pada akhirnya akan mengakselerasi pengentasan kemiskinan," katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 SPPG yang mulai beroperasi di Jember dan memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember bersama Satgas terkait akan terus mengawal jalannya program itu agar berjalan optimal.

Baca juga: Presiden perintahkan BGN tertibkan SPPG jalankan MBG tak sesuai juknis

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |