Badai musim dingin memperparah penderitaan pengungsi di Jalur Gaza

4 weeks ago 17

Gaza (ANTARA) - Cuaca ekstrem dan badai musim dingin yang melanda Palestina semakin memperparah penderitaan warga yang mengungsi di Jalur Gaza.

Di Beit Lahia, Gaza utara, seorang anak dilaporkan terluka setelah tertimpa runtuhan dinding akibat angin kencang yang menyertai badai tersebut, menurut sumber setempat.

Banjir merendam tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung keluarga pengungsi di wilayah dataran rendah. Sementara itu, sejumlah tenda lainnya tercabut oleh terpaan angin, memaksa keluarga, termasuk anak-anak, bertahan di ruang terbuka dalam kondisi suhu yang sangat dingin.

Warga Palestina yang mengungsi kini menghadapi kondisi yang sangat berat. Mereka tinggal di tenda-tenda berbahan nilon tipis atau kain seadanya yang hampir tidak memberikan perlindungan dari hujan dan badai.

Ribuan orang masih bertahan di jalanan, taman bermain, alun-alun, serta sekolah tanpa perlindungan memadai dari cuaca dingin dan ekstrem.

Krisis tersebut semakin diperparah oleh kelangkaan bahan bakar yang membuat keluarga tidak mampu memperoleh sarana pemanas selama malam-malam yang dingin.

Banyak warga terpaksa berlindung di bangunan yang rusak dan tidak stabil akibat luasnya kehancuran permukiman oleh pasukan Israel serta pembatasan masuknya rumah prefabrikasi, bahan bangunan, dan pasokan rekonstruksi.

Sumber: WAFA-OANA

Baca juga: PBB: Israel hambat pasokan ke Gaza saat krisis musim dingin kian parah

Baca juga: UNRWA: Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |