Canberra (ANTARA) - Pemerintah Australia akan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 53 miliar dolar Australia (satu dolar Australia sekitar Rp12.180) selama 10 tahun ke depan.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan strategi pertahanan nasional (national defense strategy/NDS) 2026 yang diumumkan pada Kamis (16/4).
Menteri Pertahanan sekaligus Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles memaparkan strategi baru tersebut dalam pidatonya di National Press Club di Canberra, menggambarkan peningkatan pendanaan tersebut sebagai "kenaikan terbesar di masa damai" dalam sejarah Australia.
Menurut Marles, NDS baru tersebut mencakup tambahan pengeluaran 14 miliar dolar Australia selama empat tahun ke depan dibandingkan dengan strategi sebelumnya pada 2024, serta tambahan 53 miliar dolar Australia selama 10 tahun mendatang.
Pemerintah mengatakan peningkatan belanja ini akan membuat anggaran pertahanan Australia mencapai 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2033, berdasarkan metodologi NATO yang mencakup pengeluaran terkait seperti pensiun militer.
Anggaran pertahanan Australia saat ini berada di level 2,0 persen dari PDB berdasarkan metode perhitungan yang lebih sempit yang tidak mencakup pengeluaran terkait. NDS 2024 memproyeksikan pengeluaran pertahanan akan mencapai 2,4 persen dari PDB pada 2034 berdasarkan definisi yang lebih sempit.
Marles mengungkapkan Australia sedang menghadapi "keadaan strategis yang paling kompleks dan mengancam" sejak berakhirnya Perang Dunia II di tengah terkikisnya "norma-norma internasional" yang dulu membatasi penggunaan kekuatan.
Dia mengatakan pemerintah federal akan menempuh segala cara untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dengan cepat, termasuk dengan mengakses modal swasta.
"Hal ini menempatkan Australia pada jalur untuk memperkuat kemandirian pertahanan kita. Ini memperkuat fondasi industri dan nasional di bidang pertahanan, serta menempatkan Australia secara kokoh dalam jaringan kemitraan regional dan global yang tepercaya," kata Marles mengenai NDS.
Peningkatan belanja tersebut mencakup 12 miliar dolar Australia yang sebelumnya diumumkan untuk meningkatkan fasilitas galangan kapal di Australia Barat yang akan mendukung pemeliharaan kapal selam bertenaga nuklir, serta hingga lima miliar dolar Australia untuk investasi baru dalam teknologi drone.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































