Jakarta (ANTARA) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, bencana Sumatera menjadi momentum bagi pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk pendaftaran tanah pertama kali.
"Bagi tanah-tanah yang belum terdaftar, bencana ini justru merupakan momentum bagi pemerintah untuk memberikan penyadaran dan sekaligus pelayanan kepada masyarakat untuk pendaftaran tanah pertama kali agar tanah-tanah tersebut masuk dalam sistem hukum pertanahan nasional," ujar Nusron dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin.
Menurut dia, hal ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pasca-bencana tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga pulih secara hukum dan sosial.
"Kita ingin rakyat kembali bangkit, tidak hanya rumahnya tapi juga kepastian hak atas tanahnya," katanya.
Baca juga: Menteri ATR percepat lahan huntap dan huntara pasca-bencana Sumatera
Sebagai informasi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dan jajarannya siap melindungi lahan-lahan di tiga provinsi (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) pasca-bencana Sumatera dari ancaman mafia tanah.
"Ini tadi saya dapat informasi terdapat 65 ribu hektare lahan sawah yang terkena lumpur. Berarti ada potensi sawah itu menjadi (tanah) musnah. Kalau sawah itu musnah, maka pasti akan ada oknum-oknum mafia tanah yang mengklaim dan pasti batas-batas tanahnya juga hilang," ujar Nusron.
Menurut dia, hal tersebut akan menjadi catatan dan perhatian Kementerian ATR/BPN.
Ia mengatakan, kalau lahan sawah yang berubah menjadi tanah musnah itu sudah disertifikatkan maka dipastikan aman, karena masih terdapat tapal batas lahan tersebut dalam data spasial Kementerian ATR/BPN.
Baca juga: Pemerintah jamin dan akui hak pemilik tanah korban bencana di Sumatera
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































