Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum I Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonsia (PB PODSI) Laksdya TNI Edwin mengatakan gelaran Asian Games 2026 menjadi tolok ukur pembinaan atlet dayung Indonesia.
Edwin, pada acara pelepasan atlet di Jakarta, Senin, menjelaskan keikutsertaan Indonesia pada cabang dayung dan kano Asian Games 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pembinaan atlet-atlet dayung di daerah.
Keikutsertaan tersebut, lanjutnya, merupakan satu langkah strategis PB PODSI sekaligus menunjukkan bahwa kejuaraan Asian Games di Jepang, maupun cabang Dragon Boat yang ikut dalam Kejuaraan Dunia di China menjadi tujuan pembinaan para atlet di Indonesia.
Edwin melanjutkan persiapan semua tim pelatihan nasional ke Asian Games 2026 dan Kejuaraan Dragon Boat 2026 berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
Baca juga: Rowing Indonesia tanpa tambahan uji coba jelang Asian Games 2026
"Ada kendala-kendala yang memang kami temui di lapangan, tetapi berkat dukungan semua pihak, ada sponsor yang memberikan dukungan, memudahkan bagi kami dalam penyiapan kegiatan kejuaraan," katanya.
Mengenai target medali pada Asian Games 2026 untuk dayung dan kano, lalu perahu naga dalam Kejuaraan Dunia 2026, Edwin berharap tentu Indonesia bisa mendapatkan medali, terlepas dari emas, perak, ataupun perunggu.
"Kami melihat peluang-peluang yang bisa kami dapatkan. Besar harapan kami, dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para atlet kami," ujar Edwin.
"Mereka bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan membawa bendera Merah Putih pada tiang tertinggi, baik di Nagoya, Jepang maupun di China," katanya.
Baca juga: Rowing Indonesia minta berangkat lebih awal ke Asian Games 2026
Pada Asian Games 2026, tim dayung Indonesia berkekuatan 17 atlet dan tujuh ofisial dan mengikuti 10 nomor dari total 14 nomor yang diperlombakan, sedangkan tim kano Indonesia memberangkatkan 17 atlet dan enam ofisial dan mengikuti delapan nomor lomba.
Sementara, tim perahu naga Indonesia berkekuatan 20 atlet dan enam ofisial akan mengikuti dua rangkaian ajang Kejuaraan Dunia di Yuanling dan Hangzhou, China.
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































