Buenos Aires (ANTARA) - Presiden Argentina Javier Milei mengatakan pada Sabtu (18/1) bahwa perjanjian perdagangan antara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) dan Uni Eropa "adalah titik awal dalam rencana yang lebih luas untuk keterlibatan ekonomi dengan berbagai mitra internasional" bagi negaranya.
Milei menghadiri upacara penandatanganan yang diadakan pada Sabtu pagi di ibu kota Paraguay, Asunción, bersama para pemimpin dan pejabat dari kedua belah pihak.
Perjanjian tersebut tercapai setelah lebih dari 25 tahun proses negosiasi.
Perjanjian ini bertujuan untuk mengurangi tarif dan memperluas perdagangan antara kedua blok, dan saat ini menunggu persetujuan dari Parlemen Eropa, serta ratifikasi oleh parlemen negara-negara anggota Mercosur, yaitu Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Perjanjian ini mencakup populasi gabungan lebih dari 700 juta orang.
"Isolasi dan proteksionisme, yang dilindungi oleh retorika alih-alih hasil nyata, merupakan penyebab utama stagnasi ekonomi dan peningkatan kemiskinan," kata Milei, seraya menekankan bahwa "Argentina memilih keterbukaan, persaingan, dan integrasi ke dalam dunia."
Perjanjian ini menandai langkah menuju target "membangun Argentina yang lebih sejahtera dan Mercosur yang memainkan peran utama di panggung global," katanya dalam pernyataan yang dirilis oleh kepresidenan Argentina.
Milei menambahkan Argentina "akan bertindak tegas" untuk meratifikasi perjanjian tersebut.
Dia juga memperingatkan agar tidak memperkenalkan mekanisme "seperti kuota, tindakan perlindungan, atau langkah-langkah setara lainnya" yang dapat "secara signifikan mengurangi dampak ekonomi perjanjian tersebut dan merusak tujuan utamanya."
Kementerian Luar Negeri Argentina menyebut perjanjian ini sebagai "tonggak sejarah bagi kebijakan ekonomi Argentina." Mereka menambahkan bahwa "ekspor ke UE diperkirakan akan meningkat sekitar 76 persen dalam lima tahun pertama setelah perjanjian mulai berlaku, dan bisa mencapai 122 persen dalam kurun waktu 10 tahun."
Dalam nilai nominal, ekspor ke UE diperkirakan akan mencapai lebih dari dua kali lipat dari level 2025, yang diperkirakan mencapai hampir 8,64 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.871), dalam kurun waktu sepuluh tahun, tambah kementerian tersebut.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































