APPBI yakin kinerja ritel triwulan I positif ditopang momen Lebaran

4 hours ago 3
Kinerja industri usaha ritel pada triwulan pertama tahun ini diperkirakan akan cukup baik mengingat Ramadhan dan Idulfitri adalah merupakan puncak penjualan

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meyakini kinerja industri usaha ritel triwulan I 2026 akan positif, ditopang momentum Ramadhan dan Idulfitri 1447 H sebagai puncak penjualan yang berkontribusi signifikan terhadap kinerja tahunan.

“Kinerja industri usaha ritel pada triwulan pertama tahun ini diperkirakan akan cukup baik mengingat Ramadhan dan Idulfitri adalah merupakan puncak penjualan (peak season) ritel di Indonesia yang mana kontribusinya cukup signifikan terhadap pencapaian kinerja untuk keseluruhan tahun 2026,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Alphonzus menambahkan bahwa periode triwulan pertama tahun 2026 menjadi sangat penting bagi industri karena akan menjadi momen pembuka yang memengaruhi kinerja sepanjang tahun ini.

Sejumlah faktor musiman menjadi pendorong utama kinerja ritel pada periode ini. Selain momentum awal tahun seperti tahun baru dan perayaan Imlek, terdapat pula kenaikan upah minimum yang meningkatkan daya beli serta pencairan bonus karyawan swasta.

Memasuki Maret, aktivitas konsumsi semakin meningkat seiring datangnya Ramadhan, diikuti dengan pencairan tunjangan hari raya (THR) dan perayaan Idulfitri.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah melalui berbagai program stimulus dan insentif dinilai turut memperkuat konsumsi.

Diskon tarif transportasi, potongan tarif jalan tol, serta penyaluran bantuan sosial diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah, selama Ramadan hingga Idulfitri.

Alphonzus mencatat bahwa secara keseluruhan, sejumlah indikator kinerja ritel menunjukkan tren yang terus membaik sejak momentum Tahun Baru hingga Ramadhan.

“Diperkirakan tren positif ini akan terus meningkat sampai dengan liburan Idulfitri sekarang ini,” kata dia.

Alphonzus mengatakan bahwa selama Ramadhan, hampir seluruh kategori produk mengalami peningkatan penjualan. Menjelang dan selama libur Idulfitri, pola belanja masyarakat cenderung bergeser ke produk makanan dan minuman (food and beverages) serta kebutuhan hiburan (entertainment), seiring meningkatnya aktivitas rekreasi keluarga.

“Peningkatan kunjungan yang signifikan ke pusat perbelanjaan akan terjadi pada saat Idulfitri hari kedua, yaitu pada hari ini, setelah pada hari pertama masyarakat merayakan Idulfitri dan bersilaturahmi bersama keluarga, saudara, kerabat dan lainnya,” kata Alphonzus.

Secara keseluruhan, APPBI pun memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan selama periode Ramadhan dan Idulfitri tumbuh pada angka dua digit, yakni sekitar 10-15 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Praktisi: Industri ritel harus bangun ekosistem bisnis terintegrasi

Baca juga: Sektor ritel Jakarta bertransformasi ke era "experience-led retail"

Baca juga: Asosiasi mal di Bali catat belanja UMKM Rp1 miliar saat program diskon

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |