Antam: Hilirisasi mineral dorong industri dan tingkatkan ekonomi warga

1 week ago 11
sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan

Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menilai hilirisasi mineral yang dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan mampu mendorong perkembangan industri dan memperluas peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Bagi Antam, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning. Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Corporate Secretary PT Antam Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menilai hilirisasi mineral memperpanjang rantai industri di dalam negeri melalui pengolahan bauksit, nikel, hingga material baterai yang membuka ruang bagi investasi, penyerapan tenaga kerja, penguasaan teknologi dan berkembangnya industri pendukung.

Menurut dia, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian, tetapi juga dengan kemampuan menciptakan aktivitas ekonomi baru dari setiap tahapan pengolahan mineral di dalam negeri.

“Rantai pengolahan yang semakin panjang memungkinkan mineral yang semula memiliki nilai ekonomi terbatas menjadi bahan baku bagi berbagai industri strategis sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi,” ujarnya.

Transformasi tersebut, lanjut Wisnu, antara lain berlangsung pada komoditas bauksit dan nikel. Bauksit dapat diproses menjadi alumina dan kemudian aluminium yang dibutuhkan berbagai sektor industri, sedangkan nikel dapat dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah, termasuk material untuk ekosistem baterai kendaraan listrik.

Baca juga: Antam mempercepat kesiapan proyek HPAL Buli menuju konstruksi

Baca juga: Antam membukukan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026

“Pengembangan industri pengolahan mineral juga berpotensi menciptakan efek berganda karena membutuhkan rantai pasok, tenaga kerja dengan kompetensi baru, jasa pendukung, infrastruktur, serta kegiatan ekonomi lain di sekitar kawasan industri,” katanya.

Wisnu mengatakan ukuran keberhasilan industri pertambangan karena itu tidak cukup hanya dilihat dari jumlah komoditas yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dapat tercipta dalam jangka panjang.

“Ukuran keberhasilan pertambangan bukan hanya apa yang dapat dihasilkan hari ini, tetapi juga manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Department Head Corporate Communication Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID Pratiwa Dyatmika mengatakan hilirisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat keterkaitan antara sektor pertambangan dan industri nasional.

“Hilirisasi menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri. Pertambangan bukan hanya mengenai komoditas yang dihasilkan, tetapi bagaimana kekayaan mineral tersebut dapat memperkuat industri, mendukung kemandirian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga: Antam catat kinerja solid dan perkuat hilirisasi di 2025

Baca juga: Antam yakin penuhi kebutuhan emas RI lewat kolaborasi bullion bank

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |