Jakarta (ANTARA) - Analis politik senior Boni Hargens menilai dukungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara aktif memperkuat sentimen positif pasar terhadap perubahan kabinet sehingga tidak hanya mencerminkan dukungan internal kabinet.
Adapun seusai pelantikan Suahasil, Senin (14/9), Gibran menyatakan dirinya meyakini bahwa pengalaman dan kompetensi menjadikan Menkeu baru tersebut sebagai figur yang tepat untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta melakukan perbaikan tata kelola keuangan negara.
"Pernyataan Wapres Gibran strategis karena disampaikan tepat waktu, yakni saat pasar paling membutuhkan kepastian politik," tutur Boni dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Komisi XI DPR nilai Menkeu Suahasil punya karakter mirip Sri Mulyani
Menurut dia, sinyal dukungan eksekutif yang solid mencegah spekulasi negatif dan menjaga kepercayaan investor.
Boni menekankan dalam ekosistem politik-ekonomi modern, komunikasi publik dari pemimpin tertinggi memiliki efek langsung terhadap psikologi pasar sehingga tidak kalah penting dari kebijakan fiskal itu sendiri.
Selain mengapresiasi Suahasil, ia menyebut Gibran juga resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Dia berpendapat ajakan Wapres tersebut bukan sekadar formalitas protokoler. Dalam konteks pergantian kabinet yang kerap memicu ketidakpastian pasar, sinyal dukungan eksplisit dari Wapres dinilai memiliki bobot simbolis dan politis yang signifikan, serta menegaskan bahwa pemerintahan berjalan kohesif dan berorientasi pada kepentingan ekonomi rakyat.
Ia pun menilai pelantikan Suahasil sebagai Menkeu menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal Indonesia.
Suahasil, yang sebelumnya dikenal luas sebagai ekonom senior dan birokrat berpengalaman di lingkungan Kementerian Keuangan, menurutnya, memiliki rekam jejak panjang dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.
"Pergantian ini dipandang sebagai langkah konsolidasi Presiden Prabowo untuk memperkuat tim ekonominya menjelang tantangan global yang semakin kompleks," ungkapnya.
Baca juga: Ekonom nilai pasar respons positif Suahasil jadi Menkeu baru
Oleh karena itu, kata dia, respons pasar cenderung positif seiring munculnya nama Suahasil sebagai Menkeu baru, sebuah pilihan yang dinilai meyakinkan oleh pelaku pasar domestik maupun internasional.
Karena rekam jejak Suahasil yang solid, Boni menyampaikan pasar obligasi dan nilai tukar rupiah menunjukkan stabilitas relatif pasca-pengumuman, yang mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan fiskal akan tetap bijaksana serta terukur.
Dia mengatakan kepercayaan investor asing terhadap instrumen keuangan Indonesia juga diprediksi meningkat, seiring sinyal bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen pada prinsip-prinsip pengelolaan fiskal yang konservatif namun progresif.
Suahasil dilantik sebagai Menkeu yang baru sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029 yang ditetapkan pada 14 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia merupakan Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Purbaya Yudhi Sadewa, dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Suahasil mulai menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo. Ia kemudian kembali dilantik pada posisi yang sama untuk Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029 pada 21 Oktober 2024.
Baca juga: Rupiah diprediksi menguat seiring pergantian Menkeu
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































