Situbondo (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur (Jatim) menyatakan aktivitas pelayaran lintas Situbondo-Madura dibuka kembali setelah sepekan dilakukan penundaan karena cuaca buruk.
"Mulai hari ini aktivitas pelayaran di penyeberangan Pelabuhan Jangkar ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, karena cuaca sudah mulai membaik," kata Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo BPTD Kelas II Jatim Abdul Hamid di Situbondo, Sabtu.
Menurut dia, KMP Dharma Kartika yang tertahan di Pelabuhan Jangkar sejak 10 Januari lalu, hari ini telah diizinkan berlayar seiring dengan cuaca buruk gelombang tinggi dan angin kencang di perairan laut Sumenep mulai landai.
Abdul Hamid menyampaikan, pada hari ini sekitar pukul 08.50 WIB KMP Dharma Kartika mulai berlayar ke Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, dengan membawa 222 orang penumpang termasuk 10 penumpang balita.
Pada hari yang sama, lanjut dia, KMP Munggiyango Hulalo rute Jangkar-Kalianget juga mendapatkan izin berlayar dengan membawa penumpang 69 orang penumpang termasuk tiga penumpang balita pada pukul 10.18 WIB.
"Pada pukul 15.28 WIB, KMP Trimas Laila juga bertolak dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), membawa 36 orang penumpang dan sejumlah truk logistik," kata Hamid.
Sementara KMP Wicitra Dharma I yang sejak sepekan juga tertahan di Pulau Sapudi, katanya, pada hari ini juga telah diizinkan berlayar dan sudah bersandar di dermaga Pelabuhan Jangkar.
"Untuk KMP Wicitra Dharma I tiba di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 17.05 WIB dan membawa 133 orang penumpang termasuk lima penumpang balita," kata Abdul Hamid.
Baca juga: Cuaca buruk, kapal feri lintasan Situbondo-Madura tertahan dua hari
Baca juga: BPTD tunda keberangkatan kapal penyeberangan Situbondo-Madura-Lembar
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































