Mataram (ANTARA) - Akademisi Hubungan Internasional (HI) Universitas Mataram (Unram) Ahmad Mubarak Munir mengatakan Indonesia mempunyai peran krusial dalam kerja sama sektor keamanan di wilayah Asia Tenggara.
"Sebagai kakak tertua, Indonesia mengayomi banyak negara untuk tetap bahu membahu saling menjaga sektor keamanan, kemudian kerja sama ekonomi dipererat," kata Munir saat ditemui di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Kepala Laboratorium Pusat Studi ASEAN Unram itu mengungkapkan ASEAN menjadi forum regional yang memfasilitasi kerangka kerja sama dalam sektor keamanan.
Munir mencontohkan saat isu Rohingya dan badai siklon tropis Nargis melanda Myanmar pada 2008, Indonesia melakukan upaya diplomasi agar bantuan dapat menjamah Myanmar.
Pada 2021, kudeta militer menciptakan konflik di Myanmar dan menimbulkan ancaman sektor lain. Berbagai ancaman stabilitas merebak mulai dari kriminal lintas negara hingga produksi opium.
Bahkan konflik Kamboja dan Thailand dalam memperebutkan candi, imbuhnya, Indonesia mempunyai peran strategis untuk mendorong stabilitas kedua negara tersebut.
Baca juga: Akademisi: Pidato Prabowo ingin pastikan stabilitas keamanan ASEAN
Indonesia hadir menggandeng mitra-mitra terkait untuk terus mendorong dialog guna penyelesaian berbagai krisis keamanan di wilayah Asia Tenggara.
"Indonesia punya peran cukup signifikan dalam berbagai krisis di Asia," kata Munir.
Ia mengungkapkan meski stabilitas politik dan keamanan dalam negeri tidak cukup stabil, namun faktor yang membuat Indonesia disegani adalah DNA-nya besar.
Munir menyatakan sebagai masyarakat Indonesia harus berbangga karena memiliki banyak tawaran yang didengar atau dilakukan secara sukarela oleh negara anggota ASEAN.
"Sektor keamanan, ekonomi, dan berbagai kerangka kerja sama, Indonesia cukup didengarkan dan cukup disegani," pungkasnya.
Pada KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang menegaskan bahwa persatuan dan sentralitas ASEAN merupakan pondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kemandirian kawasan.
Menurut Prabowo, kekuatan ASEAN tidak terletak pada konfrontasi melainkan pada kemampuan untuk terus membangun keterlibatan yang konstruktif dan inklusif.
Pewarta: Sugiharto Purnama/Ida Ayu Made Widya
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































