Wamen P2MI resmikan Migrant Center Umsura untuk siapkan pekerja formal

3 weeks ago 38
pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran pada sektor formal dengan memperbanyak dan memperluas Migrant Center berkualitas di perguruan tinggi.

Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meresmikan Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), untuk menyiapkan pekerja migran sektor formal.

"Hari ini saya bersama Pak Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, bersama Pak Kepala Balai BP3MI Jawa Timur, mengunjungi Migrant Center yang dimiliki oleh Umsura. Kita tahu bersama bagaimana Umsura ini memiliki track record di bidang kesehatan, baik itu umum dan kesehatan masyarakat, sangat baik," ujar Dzulfikar di kampus Umsura, Sabtu.

Dzulfikar mengatakan Umsura memiliki rekam jejak yang baik di bidang kesehatan, sehingga dinilai memiliki modal penting untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Ia mengatakan berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, permintaan job order dari luar negeri untuk sektor kesehatan tergolong tinggi dalam tiga tahun terakhir dan diperkirakan terus meningkat.

"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini standarnya bagus, baik dari segi ruangan, kesiapan fasilitas, dan lain sebagainya. Instrukturnya juga kompeten, memiliki lisensi, dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurut Dzulfikar, Migrant Center menjadi salah satu skema untuk merealisasikan program SMK Go Global yang merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran pada sektor formal dengan memperbanyak dan memperluas Migrant Center berkualitas di perguruan tinggi.

"Ini salah satu Migrant Center yang bisa jadi rujukan di kampus-kampus lain bagaimana penyiapan Migrant Center yang baik. Salah satu dorongan dan arahan Bapak Presiden kepada kami di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran adalah bagaimana ekosistem pekerja di sektor formal itu semakin diperbanyak dan diperluas," katanya.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan mahasiswa Umsura, tetapi juga dapat diakses masyarakat umum, termasuk masyarakat sekitar kampus dan daerah lain.

Sementara itu, Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pelatihan calon pekerja migran, mulai dari pelatihan bahasa, peningkatan keterampilan (upskilling), hingga fasilitas sertifikasi.

Ruang kelas tersedia di lantai 5 dan 6, dimana fasilitas upskilling berada di lantai 5. Umsura juga menyiapkan ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk mendukung proses sertifikasi.

"Yang perlu disiapkan adalah fasilitas untuk pelatihan bahasa, kemudian fasilitas untuk upskill, kemudian fasilitas lain terkait bagaimana supaya calon peserta migran ini bisa keluar dengan baik. Alhamdulillah sudah kita siapkan semua," ujar Mundakir.

Ia mengatakan berdasarkan penilaian Wamen P2MI, Umsura dinilai telah siap untuk segera merealisasikan program tersebut.

Mundakir menjelaskan program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa Umsura. Ke depan, Umsura akan bekerja sama dengan sekolah menengah, khususnya SMA dan SMK, untuk menjaring calon peserta.

Baca juga: Wamen P2MI: APBN 2027 harus perkuat pelindungan pekerja Migran

Baca juga: Wamen P2MI: kolaborasi tiga kementerian perkuat pelindungan PMI

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |