Volume transaksi multilateral di ICDX tahun 2025 tumbuh 43,9 persen

5 days ago 9

Jakarta (ANTARA) - Volume transaksi multilateral di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) sepanjang tahun 2025 sebesar 1,17 juta lot, tumbuh 43,9 persen dibandingkan tahun 2024 dengan volume sebesar 816,47 ribu lot.

“Dari total transaksi di tahun 2025 tersebut, kontrak berjangka komoditas emas mendominasi volume transaksi, yaitu kontrak GOLDGR dengan volume transaksi sebanyak 281.280 lot dan kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 180.110 lot,” kata Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, pada tahun 2024, juga didominasi oleh kontrak berjangka komoditas emas, yaitu kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 341,15 ribu lot dan kontrak GOLDGR dengan volume transaksi sebanyak 275,22 ribu lot.

Adapun transaksi kontrak komoditas emas lain yaitu GOLDUD pada tahun 2025 tercatat sebanyak 43,39 ribu lot, yang pada periode 2024 tercatat volume transaksi sebanyak 195,30 ribu lot.

Menurut Nursalam, pertumbuhan total volume transaksi pada 2025 didorong oleh pergeseran preferensi pelaku pasar dari kontrak emas berbasis dolar AS (USD) menuju kontrak emas rupiah yang lebih stabil dan terstandarisasi.

“GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, sementara GOLDUD dan GOLDUDMic mengalami penyesuaian volume seiring perubahan strategi dan kebutuhan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan produk emas ICDX semakin mengarah pada penguatan pasar domestik, dengan GOLDGR sebagai instrumen utama dalam mendukung pendalaman pasar emas nasional,” ungkap dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa aktivitas transaksi pada tahun 2024 didominasi oleh GOLDUDMic, yang mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak emas mikro. Adapun pada tahun 2025, dominasi beralih ke GOLDGR, yang menandai penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik.

“Kinerja transaksi produk emas ICDX pada 2025 menegaskan arah penguatan pasar emas nasional, dengan fokus pada produk yang stabil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Ke depan, ICDX terus berkomitmen untuk mendorong pendalaman pasar emas melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing,” ucapnya.

Sebagai informasi, GOLDUD merupakan kontrak gulir harian emas USD dengan satuan kontrak 10 troy ons per lot.

GOLDUD menggunakan denominasi USD dan mengacu pada harga pasar Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Sementara, GOLDUDMic merupakan versi mikro dari kontrak GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar. Minimum transaksi adalah 1 lot mikro (setara 0,01 kontrak GOLDUD).

Ukuran kontrak yang lebih kecil membuat transaksi emas berbasis USD lebih terjangkau, namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global yang mengacu pada pasar Loco London. Adapun GOLDGR merupakan simbol kontrak berjangka emas spesifikasi 100 gram per lot dalam rupiah (IDR).

Kualitas emas yang bisa dikirim melalui kontrak ini harus memiliki kemurnian 99,99 persen dan memiliki nomor seri dan mengidentifikasi cap dari refiner yang disetujui dan terdaftar oleh ICDX.

Baca juga: Volume perdagangan pasar emas fisik secara digital tumbuh 25,20 persen

Baca juga: ICDX catat volume transaksi 28.621 lot di perdagangan pertama 2026

Baca juga: ICDX respons positif 3 poin penting OJK terkait pasar derivatif

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |