- Rabu, 2 September 2026 19:06 WIB
Kerabat melakukan ritual Hindu Nepal untuk mengkremasi sosok tiruan yang terbuat dari rumput Kush saat pemakaman simbolis untuk korban banjir bandang yang masih hilang di kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). Keluarga korban menggelar upacara pemakaman simbolis untuk membebaskan jiwa orang-orang terkasih yang hilang sejak banjir bandang yang menyapu desa dan rumah mereka di wilayah Himalaya seminggu yang lalu. ANTARA FOTO/AFP/Prakash Mathema/agr
Kerabat menangis saat mengikuti upacara pemakaman simbolis untuk korban banjir bandang yang masih hilang di kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). Keluarga korban menggelar upacara pemakaman simbolis untuk membebaskan jiwa orang-orang terkasih yang hilang sejak banjir bandang yang menyapu desa dan rumah mereka di wilayah Himalaya seminggu yang lalu. ANTARA FOTO/AFP/Prakash Mathema/agr
Kerabat menangis saat mengikuti upacara pemakaman simbolis untuk korban banjir bandang yang masih hilang di kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). Keluarga korban menggelar upacara pemakaman simbolis untuk membebaskan jiwa orang-orang terkasih yang hilang sejak banjir bandang yang menyapu desa dan rumah mereka di wilayah Himalaya seminggu yang lalu. ANTARA FOTO/AFP/Prakash Mathema/agr
Kerabat membawa patung rumput Kush sebelum di kremasi sesuai dengan ritual Hindu Nepal saat pemakaman simbolis untuk korban banjir bandang yang masih hilang di kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). Keluarga korban menggelar upacara pemakaman simbolis untuk membebaskan jiwa orang-orang terkasih yang hilang sejak banjir bandang yang menyapu desa dan rumah mereka di wilayah Himalaya seminggu yang lalu. ANTARA FOTO/AFP/Prakash Mathema/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































