Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melakukan inisiasi konsorsium kampus untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Sumatera pada tahun 2025.
Rektor UI Heri Hermansyah di Depok, Kamis menyampaikan bahwa UI telah memiliki pengalaman panjang dalam respons kebencanaan melalui program UI Peduli Bencana yang dijalankan secara berkelanjutan.
“Selama 10 tahun terakhir, Universitas Indonesia menjalankan UI Peduli Bencana di berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua. Respons yang dilakukan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut dengan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan fakultas, tenaga kesehatan, alumni, dan mahasiswa,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi UI untuk berkontribusi aktif dalam konsorsium perguruan tinggi yang sedang dibentuk.
Fokus utama pertemuan ini adalah pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana.
Baca juga: Kemdiktisaintek ajak PTN pulihkan Sumatera lewat pengabdian masyarakat
Melalui konsorsium ini, universitas-universitas di Indonesia diharapkan bisa bergerak lebih cepat dan terpadu dalam memulihkan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial di wilayah terdampak.
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa pemerintah sangat mengandalkan kapasitas akademik kampus. Tujuannya agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tapi berbasis riset yang berkelanjutan.
"Pemerintah ingin program pemulihan dan rekonstruksi ini dirancang secara terintegrasi agar dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang," jelas Fauzan.
Kegiatan ini merupakan hasil inisiatif bersama UI, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Baca juga: Kajian IPB sebut kombinasi faktor alamiah penyebab banjir Sumatera
Ketua MRPTNI Eduart Wolok menekankan pentingnya kerja bersama antarpenguruan tinggi agar berbagai inisiatif pascabencana dapat berjalan lebih terarah.
“Penanganan pascabencana tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah karena jika dilakukan sendiri-sendiri dampaknya akan terbatas, sementara melalui kerja bersama yang kolaboratif, lintas perguruan tinggi, dan lintas disiplin, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih signifikan,” katanya.
Melalui pembahasan ini, UI bersama MRPTNI dan Kemendikti Saintek mendorong terbentuknya kolaborasi antarpenguruan tinggi negeri yang lebih terukur dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Baca juga: Pemulihan pascabencana di Sumatera mencakup seluruh aspek pembangunan
Baca juga: BNPB: Pendataan akurat percepat rehabilitasi daerah terdampak bencana
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































