Trump klaim Kuba tak akan bisa bertahan tanpa pasokan minyak Venezuela

1 month ago 18

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan tanpa pasokan minyak dari Venezuela.

“Secara total, Kuba bergantung pada Venezuela, baik untuk uang maupun untuk minyak. Kuba memberikan perlindungan kepada Venezuela, dan Venezuela memberikan uang kepada Kuba melalui minyak,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral kedua negara tersebut kini telah berakhir menyusul operasi Amerika Serikat di Venezuela.

“Tidak, Kuba sepenuhnya bergantung pada Venezuela, baik secara finansial maupun dalam hal minyak,” ujar Trump ketika ditanya apakah Kuba dapat bertahan tanpa pasokan minyak dari Venezuela.

Trump juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat menerima minyak Venezuela senilai total 4 miliar dolar AS (sekitar Rp67,4 triliun) dalam satu hari.

“Minyak yang kami ambil nilainya mencapai 4 miliar dolar AS dalam satu hari, dan jumlah itu akan meningkat. Kami akan membangunnya kembali, semua perusahaan minyak besar akan masuk, mereka akan memperoleh banyak keuntungan, dan Venezuela akan mendapatkan sebagian dari uang tersebut,” kata Trump.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa otoritas sementara Venezuela akan mentransfer 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat.

Ia menjanjikan bahwa minyak yang diserahkan Caracas akan dijual dengan harga pasar, dengan hasil penjualan yang disebut akan menguntungkan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Sebelumnya pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian dibawa ke New York.

Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narkoterorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

Pemerintah Venezuela di Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait operasi Amerika Serikat tersebut.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian sementara waktu mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Sumber: Sputnik/RIA-Novosti

Baca juga: Presiden Kolombia dan Brasil bahas situasi di Venezuela via telepon

Baca juga: Airlangga: Klaim Trump soal minyak Venezuela tak berdampak global

Baca juga: China akan konsisten perdalam hubungan ekonomi dengan Venezuela

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |