Jakarta (ANTARA) - Kapten tim nasional Mesir Mohamed Salah menganggap negaranya bukanlah favorit juara Piala Afrika 2025 karena bermaterikan pemain muda yang mayoritas berkarier di liga domestik.
"Saya tidak merasa kami sebagai favorit. Kami memiliki pemain-pemain muda, sebagian besar bermain di liga domestik Mesir. Kami hanya berjuang untuk negara kami, lalu kita lihat sejauh mana kami bisa melangkah. Semua orang di sini hanya ingin memberikan yang terbaik," ujar Salah dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Meski demikian, Salah menegaskan skuadnya ingin terus melaju di Piala Afrika 2025, salah satunya dengan menaklukkan juara bertahan Pantai Gading pada laga perempat final di Stadion Adrar, Agadir, Maroko, Minggu (11/1) dini hari WIB.
Baca juga: Kemenangan Aljazair hasil kolektif, kata Adil Boulbina
Baca juga: Delapan negara memastikan diri tampil di perempat final Piala Afrika
Menghadapi lawan tangguh, penyerang sayap berusia 32 tahun itu menyebut bahwa laga itu akan berat karena Pantai Gading memiliki pelatih yang hebat dan permainan yang terstruktur.
Apalagi, menurut Salah, timnya lebih memiliki keuntungan dari sisi kebugaran fisik karena memiliki waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan dengan Pantai Gading. Mesir memainkan pertandingan terakhirnya di Piala Afrika 2025 pada Senin (5/1), sementara Pantai Gading bermain pada Rabu (7/1).
"Tidak ada lagi pertandingan yang mudah di Afrika karena level antartim sekarang sangat berimbang. Saya sudah mengatakan kepada para pemain bahwa kita hampir tidak pernah melihat tim kalah dengan selisih empat atau lima gol, dan itu menunjukkan banyak hal," kata Salah.
Berdasarkan catatan dari Transfermarkt, laga Mesir versus Pantai Gading akan menjadi pertemuan ke-12 kedua negara tersebut sepanjang sejarah Piala Afrika. Dari 11 pertemuan sebelumnya, Mesir berhasil memenangkan 10 pertandingan dan hanya kalah satu kali.
Terakhir kali kedua negara tersebut adalah pada babak 16 besar Piala Afrika 2021, kala itu Mesir memenangkan pertandingan melalui babak adu penalti dan berhasil melaju ke perempat final, bahkan hingga ke final sebelum akhirnya dikalahkan Senegal, juga via adu penalti.
Sementara terakhir kali Pantai Gading menang melawan Mesir di Piala Afrika terjadi pada 1990. Saat itu mereka bergabung di Grup A Piala Afrika dengan Pantai Gading sukses meraih kemenangan dengan skor 3-1.
Baca juga: Mesir dan Nigeria ke perempatfinal
Baca juga: Pantai Gading melaju ke perempat final setelah bekuk Burkina Faso 3-0
Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































