Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat meningkatkan perawatan pada lahan urugan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, yang perlahan terkikis imbas intensitas hujan yang tinggi.
“Ya, selama musim penghujan ini kita meningkatkan intensitas perawatan di lahan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Dirja Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa.
Dia mengatakan hujan dengan intensitas yang tinggi beberapa waktu belakangan menyebabkan tanah itu terkikis.
“Benar, hujan-hujan yang cukup besar itu membuat makam di lahan urugan membuat terkikis tanahnya,” ujar Dirja.
Dia mengungkapkan tanah urugan yang digunakan untuk pemakaman di TPU Tegal Alur itu merupakan tanah bekas proyek pembangunan MRT beberapa waktu lalu.
Itu sebabnya, sambung dia, tanah urugan di TPU Tegal Alur menjadi kering dan berbatu.
“Tanah yang berbatu di lahan urugan TPU Tegal Alur itu memang tanah bekas proyek MRT. Itu sebabnya tanah yang digunakan di lahan urugan menjadi cenderung berpasir dan berbatu,” terang Dirja.
Baca juga: Lahan TPU Tegal Alur Jakbar yang berpasir sisa proyek MRT
Seperti diketahui, TPU Tegal Alur di Kalideres menjadi satu-satunya area pemakaman di Jakarta Barat yang masih dapat menerima pemakaman baru.
Berdasarkan data Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat pada akhir September 2025, TPU Tegal Alur masih menyediakan 1.314 petak lahan makam siap pakai.
Rinciannya, yaitu tersedia 1.250 petak lahan siap pakai tersedia di blok Islam dan 64 petak lahan siap pakai tersedia di blok Kristen.
Sementara itu, ribuan petak lahan lainnya di TPU Tegal Alur, yakni 56.628 petak di blok Islam dan 3.750 petak di blok Kristen perlu dimatangkan agar siap digunakan.
Proses pematangan lahan itu dilakukan dengan pengurukan, pembuatan drainase dan pemetaan petak makam.
Baca juga: TPU Tegal Alur Jakbar sediakan seribu lebih petak lahan makam baru
Baca juga: Suku Dinas SDA Jakarta Barat teliti penyebab banjir di Tegal Alur
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































