Taza luncurkan koleksi bertema earth tone melalui The Soil and Souls

1 month ago 14

Jakarta (ANTARA) - Jenama modest lokal Taza meluncurkan koleksi terbaru dengan unsur earth tone melalui tajuk The Soil and Souls Chapter II.

Pendiri Taza Ashila Ramadani mengatakan koleksi ini terdiri atas 9 artikel dengan sebagian besar warna membumi yakni hijau hingga burgundy.

"Nah kalau warna-warna Tazza itu kalau untuk yang sekarang karena emang temanya lagi earth banget The Soil and Souls. Jadi emang semuanya tuh warnanya earth, warna hijau, burgundy tapi masih masuk ke earth tone gitu. Terus yang di belakang juga hijaunya juga masih hijau earth tone. Jadi emang koleksi kali ini tuh masih sangat membumi gitu warnanya," kata Ashila ketika ditemui media di acara pameran Taza "A Tale of Tomorrow" di Jakarta, Jumat.

Koleksi ini memakai bahan yang masih awam di dunia modest fashion yakni Nubuck fabric, dengan memakai benang cupro yang sudah tersertifikasi dari Jepang yang menjadi ciri khas produk Taza.

Baca juga: Kemenekraf apresiasi eksibisi fesyen dengan pendekatan berkelanjutan

Tangkapan layar Koleksi Taza The Soil and Souls dari laman Instagram (ANTARA/Instagram @taza_id)

Baca juga: Kain berbahan natural diperkirakan akan semakin diminati

Kain berbahan natural ini memang belum familiar dipakai untuk gamis atau abaya karena biasanya nubuck adalah kulit atau leather yang dipakai untuk tas.

Ashila mengatakan koleksi Taza memakai kain nubuck karena sentuhannya mirip seperti suede dan memberikan kesan nyaman saat dipakai untuk beraktivitas. Bahan ini juga aman untuk orang dengan yang kulit sensitif polyester dan cocok digunakan di iklim Indonesia.

"Kelebihannya itu ramah lingkungan itu yang pertama karena kan emang plant based. Yang kedua dia breathable, terus flowy. Jadi kayak untuk abaya tuh bagus gitu," katanya.

Baca juga: Taza gelar eksibisi imersif refleksikan fesyen secara berkelanjutan

Koleksi ini terdiri atas potongan gamis atau abaya dan juga rok panjang dengan warna utama yakni hijau, krem, abu-abu, navy dan burgundy. Peluncuran koleksi ini bersamaan dengan diselenggarakannya pameran imersif "A Tale of Tomorrow" yang bisa didapatkan pengunjung secara eksklusif.​​​​​​​

Ashila mengatakan melalui koleksi ini Taza ingin menerapkan fashion ramah lingkungan, di antaranya mengusahakan potongan yang tidak membuang banyak bahan, dan juga menerapkan kesejahteraan ekonomi pengrajinnya agar baik produk maupun pekerja bisa tetap bertahan di industri ini.

Baca juga: Daerah tempat tinggal tentukan tren fesyen pada baju Lebaran

Baca juga: Wamenekraf: RI berpeluang jadi pusat fesyen "modest" dan berkelanjutan

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |