Taza gelar eksibisi imersif refleksikan fesyen secara berkelanjutan 

1 month ago 14

Jakarta (ANTARA) - Jenama modest Taza menggelar eksibisi imersif pertamanya bertema "A Tale of Tomorrow" yang merefleksikan fesyen menjadi cerita yang mencerminkan keberlanjutan mulai dari proses bahan alam menjadi kain hingga dampak bagi masa depan.

“Jadi sebenarnya intinya lebih kepada mengajak semua untuk refleksi bahwa apa yang kita lakukan hari ini itu akan memiliki dampak ke apa yang akan terjadi di masa depan kita. Jadi bukan cuman tentang alam dampaknya, tapi tentang legacy yang kita lakukan hari ini. Kalau misalnya itu kebaikan pasti akan berbuahnya kebaikan juga,” kata pendiri Taza Ashila Ramadani dalam konferensi pers pembukaan eksibisi Taza di Jakarta, Jumat.

Ashila menjelaskan tema A Tale of Tomorrow didefinisikan sebagai ruang refleksi dan apresiasi dari Taza untuk semua pihak yang terlibat di dalamnya baik internal maupun eksternal.

Co Founder Taza Afina Maharani, menambahkan eksibisi ini juga ingin memperlihatkan bahwa dari keputusan sederhana dalam berpakaian akan menjadi bagian dari pilihan bagaimana seseorang merespon tanggung jawab untuk masa depan.

Baca juga: Komisi VII DPR nilai Indonesia bisa ciptakan tren fesyen sendiri

Pameran imersif jenama modest lokal Taza "A Tale of Tomorrow: Where Virtue Meets Responsibility" di D'Gallerie, Jakarta, Jumat (9/1/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)

Eksibisi Taza A Tale of Tomorrow dibagi dalam lima segmen, Part 1 “The Shared Home” pengunjung akan diceritakan bagaimana bumi memberikan bahan baku kepada manusia untuk digunakan menjadi sesuatu yang berguna melalui tayangan video di sebuah ruangan.

Berlanjut ke Part 2 “The Hands Behind” dimana Taza memperlihatkan orang-orang dibalik produksi mereka sebagai bentuk apresiasi. Part 3 “The Piece That Gets You” dimana pengunjung akan diperlihatkan produk jadi Taza yang mencerminkan keselarasan dengan alam.

Pada Part 4, Taza memberikan apresiasi kepada para pembeli melalui segmen “You” dengan menampilkan 144 foto pembeli, dan Part 5 “The Ones To Come” mengajak pengunjung untuk merefleksikan apa yang dilakukan saat ini akan berdampak di masa depan.

“Selama ekshibisi A Tale of Tomorrow ini pengunjung itu tidak hanya kita ajak untuk menikmati visualnya saja. Tapi kita juga mengajak mereka untuk ikut merasakan bagaimana journey dari setiap karya,” kata Afina.

Koleksi Taza yang bisa dilihat dan dibeli di pameran imersif Taza "A Tale of Tomorrow: Where Virtue Meets Responsibility" di D'Gallerie, Jakarta, Jumat (9/1/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)

Pameran ini akan berlangsung selama satu minggu di D'Gallerie Jakarta Selatan, mulai tanggal 9-15 Januari 2026 dengan beberapa kegiatan seperti 11-12 Januari akan diadakan workshop dengan kolaborator dan pengunjung akan mendapatkan pengalaman belanja eksklusif koleksi Taza di pameran. Pada periode ini dikenakan tiket berbayar dengan slot dan kuota terbatas.

Selanjutnya tanggal 14-15 Januari 2026, pameran akan dibuka secara gratis untuk umum tanpa kegiatan jual beli produk dengan tujuan agar pengunjung bisa merasakan perjalanan produk Taza yang mengusung keberlanjutan.

Baca juga: Tren fesyen di tahun 2026 menurut para desainer India

Baca juga: Mendag: Modest fesyen bisa kuasai pasar lewat ekosistem yang kuat

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |