Suahasil dan penataan mesin fiskal pemerintahan Prabowo

2 hours ago 5
Pengalaman sebagai "orang dalam" Suahasil menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan mesin fiskal ketika pemerintah memasuki fase pembangunan yang semakin besar.

Jakarta (ANTARA) - Sebuah mesin yang diminta membawa beban lebih besar tidak selalu membutuhkan mesin baru. Terkadang, yang diperlukan cukup penyetelan pada mesin yang sudah ada dan teruji, sehingga tidak perlu lagi melakukan penyesuaian dari nol.

​Analogi penyetelan mesin ini tecermin dalam pergantian Menteri Keuangan di tengah perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9).

Saat Suahasil Nazara dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, perombakan tersebut sekilas memang tampak dadakan dan tiba-tiba. Namun, pergantian itu sesungguhnya berlangsung pada momen penting ketika pemerintah sedang merumuskan APBN 2027.

Sejak 14 Agustus lalu di gedung parlemen, Presiden Prabowo telah menegaskan dua tuntutan sekaligus: mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menjaga kesehatan fiskal.

Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, sementara defisit anggaran justru dirancang turun menjadi 2,40 persen terhadap PDB, dibandingkan dengan 2,68 persen dalam APBN 2026. Pada saat yang sama, belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.

Kombinasi tersebut memberi petunjuk penting mengenai pekerjaan yang menanti Menteri Keuangan Suahasil. Ia tidak sekadar diminta menjaga agar kas negara tetap aman. Ia juga harus memastikan APBN tetap menjadi mesin yang mampu mendorong pertumbuhan, investasi, perlindungan sosial, dan berbagai agenda prioritas pemerintah.

Dengan kata lain, tantangan Menteri Keuangan baru bukan memilih antara ekspansi dan kehati-hatian. Keduanya harus berjalan bersamaan.

Itu pula yang disampaikan Suahasil sesaat setelah dilantik. Ia mengatakan arahan Presiden Prabowo adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, tetapi pada saat yang sama APBN harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah. Defisit pun dipastikan tetap dijaga di bawah 3 persen.

Sosok Suahasil menjadi menarik ketika ditempatkan di tengah rangkaian pekerjaan rumah ekonomi nasional tersebut.

Presiden Prabowo tidak menunjuk seseorang yang harus terlebih dahulu mempelajari bagaimana mesin fiskal bekerja. Suahasil sudah berada di dalam mesin tersebut selama bertahun-tahun.

Lahir dari lingkungan akademik ekonomi, Suahasil menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian memperoleh gelar master dari Cornell University dan doktor dari University of Illinois at Urbana-Champaign. Ia kemudian berkarier sebagai akademisi sebelum masuk lebih jauh ke dalam perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal.

Baca juga: Presiden lantik Suahasil Nazara jadi Menkeu gantikan Purbaya

Baca juga: Suahasil yakinkan pasar, pergantian Menkeu bukan perubahan besar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |