Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mendorong peran perguruan tinggi agar semakin aktif menghadirkan riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan saat menemui sivitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Universitas Samawa (Unsa), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (9/1).
"Riset di perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti di kampus. Hasil riset harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Wamendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.
Wamen Stella menegaskan bahwa riset di perguruan tinggi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai kampus memiliki peran strategis sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Wamen Stella juga mendorong dosen dan mahasiswa Unsa untuk terlibat aktif dalam riset sejak dini.
Menurutnya, kegiatan riset melatih cara berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
"Mahasiswa yang terbiasa melakukan riset akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UTS Niken Saptarini menyampaikan komitmen kampus dalam mengembangkan riset yang berangkat dari potensi lokal dan kebutuhan daerah.
Berbagai kajian dan inovasi diarahkan untuk mendukung sektor pangan, lingkungan, serta pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kondisi masyarakat Sumbawa.
Adapun Rektor Unsa Syaifuddin Iskandar menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan budaya riset di lingkungan kampus.
Ia berharap kunjungan Wamendiktisaintek menjadi motivasi penting bagi dosen dan mahasiswa untuk semakin aktif mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Wamen Stella targetkan Sekolah Garuda di Sumbawa rampung Juni 2027
Baca juga: Pemerintah RI-Jepang siapkan kolaborasi riset energi dan industri
Baca juga: Wamen Stella: Interaksi dalam keluarga penting untuk bangun kecerdasan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































