Banda Aceh (ANTARA) - Solidaritas lintas daerah, yakni Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bone dan Kota Batam bersama masyarakat menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp10,3 miliar lebih untuk korban terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh yang sedang menghadapi musibah,” kata Wakil Gubernur Aceh,Fadhlullah di Banda Aceh, Sabtu.
Baca juga: Pemkot Batam salurkan bantuan Rp4,8 miliar untuk Aceh
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di rumah dinasnya di Banda Aceh, dan diserahkan oleh masing-masing perwakilan pemerintahan tiga daerah tersebut.
Pertama, bantuan senilai Rp4,5 miliar dari masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), diserahkan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Kemudian, Pemkab Bone, Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp1 miliar.
Selanjutnya, Wagub Aceh menerima bantuan dari Pemerintah dan masyarakat Kota Batam sebesar Rp4,8 miliar, terdiri atas Rp2,5 miliar dari APBD Pemkot Batam dan Rp2,3 miliar dari donasi masyarakat.
Fadhlullah sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah serta masyarakatnya yang telah menunjukkan solidaritas bagi Aceh.
Bantuan lintas daerah ini menjadi bukti kuat bahwa dalam situasi bencana, Aceh tidak sendirian dan semangat gotong royong nasional terus mengalir untuk membantu masyarakat terdampak bangkit kembali.
Baca juga: Pemkot Mataram serahkan donasi untuk korban bencana Aceh Rp1,07 miliar
Baca juga: Gubernur Kaltim serahkan bantuan Rp 1,5 miliar untuk Aceh
Ia menegaskan seluruh bantuan tersebut bakal dikelola secara transparan dan tepat sasaran, serta difokuskan untuk penanganan darurat dan pemulihan korban banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh.
"Ini adalah bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian antar-daerah," kata Fadhlullah.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































