Sihir budaya dari dekat Laut Hitam

3 weeks ago 12

Istanbul (ANTARA) - Berada di area alam terbuka seluas 140 hektare di Kawasan Riva, Beykoz, sisi Asia Istanbul, dekat dengan Laut Hitam, Bozdağ Film Plateaus menyambut pengunjung dengan berbagai pertunjukan, salah satunya seni kaca.

Saat memasuki ruangan, Ahmet Ozdeniz, sang seniman yang berkecimpung di bidang seni tersebut selama 45 tahun telah siap unjuk gigi, ditemani berbagai peralatan, termasuk penyembur api, batangan besi tahan panas berlapis cairan anti-lengket, dan kacamata.

Pada Sabtu (29/8) siang itu, dia akan membuat Samazen--penari sufi yang melakukan tarian berputar sakral bernama Sema. Tarian ini merupakan bagian utama dari ritual zikir tarekat Mevlevi, ordo sufi yang didirikan para pengikut dari penyair dan ulama Jalaludin Rumi di Koya, Turki.

Pemandu tur Ubeydullah Şahin mengatakan Samazen mengangkat tangan kanan ke atas dengan telapak tangan terbuka menghadap langit, sedangkan tangan kiri diturunkan dengan telapak tangan menghadap ke bumi.

Posisi tangan itu menyimbolkan mereka menerima berkah dan rahmat dari Tuhan untuk disalurkan kepada seluruh umat manusia di bumi.

Samazen berputar dari kanan ke kiri, berlawanan dengan arah jarum jam. Gerakan itu mengitari hati dan meniru perputaran planet-planet di alam semesta yang mengelilingi matahari, melambangkan segala sesuatu di alam semesta berputar memuji Sang Pencipta.

Walau hanya lewat gelas kaca, "sihir" Samazen tampaknya bekerja bagi penonton. Biasanya, saat menyaksikan pertunjukan Samazen secara langsung, penonton seringkali ikut merasakan efek meditasi sekunder.

Kali ini mereka dibuat kagum menyaksikan tahap demi tahap Samazen dibentuk dari batangan kaca dalam hitungan menit. Diawali pelelehan awal, yakni ujung batangan kaca dipanaskan di atas api, hingga melunak.

Kemudian, peniupan atau pembentukan kerucut. Pada tahap ini, gumpalan kaca panas digulingkan dengan gerakan memutar untuk membentuk kerucut lebar menyerupai rok Samazen yang sedang mengembang saat berputar.

Selanjutnya, ada batangan kaca lainnya yang dipanaskan untuk menyambung bagian atas kerucut rok.

Seniman Ahmet Ozdeniz, membuat Samazen--penari Sufi yang melakukan tarian berputar sakral bernama Sema di kawasan Bozdağ Film Plateaus, Riva, Beykoz, Istanbul, Turki, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa/aa.

Sembari bekerja, Ahmet bersedia menjawab berbagai pertanyaan dari pengunjung. Sang pemandu tur akan membantu menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

Selain Samazen, Ahmet juga membuat karya seni kaca yang dibuat dengan teknik Çeşm-i Bülbül atau Eye of Nightingale. Teknik ini merupakan salah satu warisan teknik tiup dari era Kesultanan Ottoman abad ke-18 yang pengerjaannya rumit.

Teknik Çeşm-i Bülbül awalnya dikembangkan sufi, Mehmed Dede pada masa Sultan Selim III. Sang Sultan mengirim Mehmed ke Venesia untuk mempelajari teknik seni kaca mereka. Sekembalinya ke Istanbul, Mehmed membuka workshop pertamanya di Beykoz.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |