Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan memberikan layanan medis untuk masyarakat dari semua kelas sosial, mulai dari kelas bawah, menengah hingga atas.
"Jadi di RSCM itu, orang status sosial apapun dari yang terendah sampai yang tertinggi, kita layani, bahkan sudah ada semboyan, punya uang atau tidak punya uang, sudah, ke RSCM saja," ujar Direktur Utama (Dirut) RSCM Supriyanto di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan, kualitas layanan di RSCM tidak berbeda dengan rumah sakit kelas dunia, oleh karena itu, pihaknya terus membenahi kepadatan pasien melalui berbagai layanan, mulai dari antrean online hingga layanan telemedisin, atau pelayanan pasien jarak jauh menggunakan teknologi.
"Untuk meyakinkan masyarakat bahwa layanan di RSCM itu sama dengan rumah sakit kelas dunia yang lain, pelan-pelan kita tunjukkan dengan bukti, kalau sekadar janji-janji saja tidak perlu lah, tetapi ini dengan bukti, nanti silakan kemudian ada testimoni dan sebagainya, karena biasanya kita memanfaatkan dari berita, mulut ke mulut, ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat," katanya.
Baca juga: RSCM sediakan wisata medis, tarik pasien pilih pengobatan dalam negeri
Supriyanto menegaskan, layanan kesehatan yang lancar dan tanpa hambatan merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia, oleh karena itu, RSCM terus berupaya menghadirkan berbagai program, termasuk melalui tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
"Layanan kesehatan yang smooth (lancar) itu kan memang hak seluruh rakyat Indonesia. Tahun ini, program-program CSR-nya RSCM, kalau tidak salah untuk menutupi gap dengan BPJS, untuk menutupi orang yang tidak mampu, kemudian tetap dilayani di RSCM, untuk tahun 2025 saja Rp1,2 triliun," tuturnya.
Dirut RSCM menyadari padat dan ramainya layanan di rumah sakit yang menjadi pusat rujukan dari seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia itu, sehingga perbaikan terus-menerus dilakukan, mulai dari sistem antrean online hingga wisata medis bagi pasien kelas menengah ke atas.
"Jadi kalau di RSCM itu selalu ramai dan padat, terkadang orang-orang tertentu itu kan enggak nyaman ya, oleh karena itu kami bekerja sama dengan hotel untuk wisata medis. Kemudian berikutnya, langkah ke depan yang akan dilakukan, RSCM akan berbenah," paparnya.
"Insyaallah mulai tahun depan hingga empat tahun yang akan datang, RSCM akan berubah secara fundamental, jadi tahun depan ini sudah sekian triliun untuk membangun satu blok tersendiri, harapannya supaya nanti seamless (lancar), meskipun padat tapi orang enggak saling bertabrakan (di kamar pasien maupun area rumah sakit)," sambung dia.
Untuk sistem pendaftaran online yang lebih lancar, Supriyanto juga mengingatkan agar masyarakat datang tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan di aplikasi, sehingga antrean dapat berjalan lebih lancar.
"Untuk pendaftaran online itu, kalau sudah mendaftar hari ini, nanti dia dapat notifikasi besok harus datang jam berapa, tolong kalau disuruh datang pukul 11.00 misalnya, jangan datang jam 08.00, jadi harus tepat waktu supaya kita mengalir," tuturnya.
Baca juga: Pram sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































