Aceh Tamiang (ANTARA) - Relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang juga Dokter Umum di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Sudirman Jakarta, Selly Famela Chasandra, mengatakan keluhan penyakit yang paling banyak dirasakan masyarakat di Aceh Tamiang yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Hal tersebut disampaikannya di sela melayani masyarakat di posko kesehatan yang didirikan di Masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis.
"Kasus terbanyak saat ini infeksi saluran pernafasan, kemudian penyakit kulit, dispepsia (penyakit lambung), dan diare. Dalam bencana banjir ini memang banyak debu yang membuat masyarakat terkena penyakit ISPA," katanya.
Oleh karena itu, relawan Kemenkes juga aktif memberikan masker dan pengobatan untuk masyarakat yang mengeluhkan ISPA.
"Kami di sini juga melakukan intervensi secara mobile ya, jadi kami ke rumah-rumah warga untuk mendatangi mereka yang memang tidak bisa datang ke sini. Kami datang ke pasien itu misalnya dia mengalami stroke atau lumpuh, itu kan tidak dapat datang ke pelayanan kesehatan ini," ujar dia.
Baca juga: Jubir sebut 24 Desa di Aceh Tengah masih terisolir
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh relawan di Aceh Tamiang meliputi kesehatan umum, kesehatan anak, pelayanan dari dokter syaraf, dokter spesialis bedah, hingga pemulihan trauma bagi anak-anak korban banjir.
"Kami relawan kesehatan dari Kemenkes mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kemenkes yang telah memfasilitasi kami, relawan tenaga kesehatan di sini, sehingga kami dapat memberikan pelayanan maksimal kepada korban-korban banjir yang ada di Aceh, sehingga kami bisa melakukan mobilisasi sampai ke masyarakat yang memang tidak bisa dikunjungi oleh relawan yang lain," tuturnya.
Selly juga menyampaikan, saat ini tantangan yang dialami oleh para relawan yakni saat banyaknya jalanan yang masih rusak, sehingga menyulitkan kendaraan untuk masuk ke rumah-rumah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah.
"Jadi memang kita butuh kendaraan dan butuh alat transportasi yang memang bisa digunakan untuk ke lokasi tersebut. Itu sih, paling berat ya untuk aksesnya," ucapnya.
Baca juga: 18.366 kelompok rentan di Aceh Utara dilaporkan terdampak banjir
Baca juga: Menkes: 4.700 lebih relawan bantu penanganan pascabencana Sumatera
Baca juga: Relawan Kemenkes perluas layanan kesehatan gratis ke huntara Sumatera
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































