Bengkulu (ANTARA) - Mekarnya puspa langka raksasa Rafflesia arnoldii di kawasan Liku Sembilan, Cagar Alam Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menjadi daya tarik bagi pengunjung yang melintas di jalur lintas provinsi Bengkulu-Sumatera Selatan.
"Bunga ini hanya seminggu muncul kemudian mati. Hari ini masih mekar sempurna. Kuncup bunga ditemukan Selasa kemarin," kata pengelola bunga Rafflesia, Elvis, di Bengkulu Tengah, Jumat.
Adapun berdasarkan pengamatan ANTARA, bunga tersebut sudah mekar sempurna dan banyak pengunjung datang bergiliran satu per satu. Bunga tersebut kini mekar di dekat jalan lintas provinsi, kira-kira 10 meter.
Pengunjung tak perlu melakukan penjelajahan di kawasan cagar alam terlalu dalam seperti saat bunga Rafflesia mekar di kesempatan lain.
Banyak pengendara yang melintas menyempatkan diri berhenti untuk melihat langsung keunikan bunga yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu tersebut . Tidak sedikit pula warga dari luar daerah yang datang secara khusus setelah mendapatkan informasi mengenai mekarnya bunga langka tersebut.
Bunga Rafflesia arnoldii di kawasan Liku Sembilan, Cagar Alam Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/ Anom Prihantoro)Pengunjung dari Sumatera Barat, Vanny, mengatakan tertarik melihat mekarnya Bunga Rafflesia karena mudah diakses. Ia mengetahui lokasi mekarnya Rafflesia sering tidak tentu. Ada kalanya untuk melihat bunga tersebut harus masuk ke pedalaman hutan.
"Selagi mudah, kita sempatkan melihat bunga langka ini. Tidak di setiap tempat bisa kita temui bunga khas ini. Saya pernah melihat di tempat lain di Sumatera Barat di Kabupaten Agam, kata orang sih beda lokasi, kekhasannya beda juga, jadi rugi juga kalau tidak menyempatkan melihat bunga ini di suatu tempat begitu ya," katanya/
Baca juga: Bunga Rafflesia Arnoldii kembali mekar di Rejang Lebong Bengkulu
Sementara itu, Elvis, mengatakan tanda-tanda kemunculan bunga mulai terlihat sejak Selasa pekan ini. Untuk menjaga kelestarian bunga selama masa mekar, warga setempat memasang pembatas di sekitar lokasi.
“Pembatas dipasang agar pengunjung tidak terlalu dekat dan tidak menyentuh bunga, supaya Rafflesia tidak rusak,” ujarnya.
Pengunjung yang datang tidak dikenakan tarif masuk. Namun demikian, warga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk memberikan sumbangan secara sukarela sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian.
Baca juga: Menelusuri keunikan Rafflesia hasseltii
Suasana pengunjung melihat puspa langka bunga raksasa Rafflesia arnoldii di kawasan Liku Sembilan, Cagar Alam Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/ Anom Prihantoro)Rafflesia arnoldii merupakan puspa endemik Bengkulu yang sangat langka dan tidak dapat tumbuh di sembarang tempat. Setiap kemunculannya selalu menjadi magnet wisata alam sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai habitat bunga ikonik tersebut.
Tidak setiap wisatawan yang datang ke Bengkulu bisa menyaksikan bunga raksasa ini di sepanjang waktu karena waktu mekarnya tidak menentu dan lokasi tumbuhnya tak bisa diprediksi. Hanya bagi mereka yang beruntung dan mau menyempatkan diri bisa melihat Rafflesia Arnoldii.
Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































