Purbaya: Pelebaran defisit APBN 2025 tak pengaruhi sentimen pasar

5 days ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mendekati ambang batas 3 persen tidak memengaruhi sentimen pasar saham.

“Nggak ada (pengaruh). Kan masih di bawah 3 persen,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan realisasi sementara APBN 2025, defisit fiskal tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.

Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.

Namun, menurut Purbaya, kinerja itu justru menunjukkan bahwa Indonesia mampu melakukan kebijakan countercyclical tanpa melanggar batas dengan kehati-hatian fiskal.

Terlebih, perekonomian nasional mengalami gejolak yang cukup dinamis sepanjang 2025.

Menkeu pun menyebut langkah mitigasi Pemerintah Indonesia dalam mengelola fiskal mendapat apresiasi positif dari Bank Dunia.

“Saya bilang ekonomi kita masuk triwulan III 2025 itu memburuk sekali. Saya mesti balik arah ekonomi, harus memberikan stimulus dari segala arah yang saya bisa. Dan itu sudah saya lakukan tanpa melanggar prudensi dari pengolahan kebijakan fiskal,” ujar Purbaya.

Pasar modal Indonesia mengalami tekanan dalam beberapa waktu belakangan.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada Rabu (28/1) pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen.

BEI kembali melakukan trading halt pada Kamis (29/1) pukul 09.26 WIB dalam sistem JATS setelah IHSG turun hingga 8 persen. Saat itu, indeks melemah 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (30/1).

Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas operasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Purbaya: Mundurnya Dirut BEI bakal ciptakan sentimen positif

Baca juga: Integritas Dirut BEI baru dan respons MSCI penentu sentimen investor

Baca juga: OJK ambil peran utama proses reformasi pasar modal Indonesia

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |