Kota Padang (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia Persero melewati jalur alternatif untuk menyalurkan lima jenis pupuk bersubsidi di sejumlah titik lokasi-lokasi terdampak bencana alam di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
"Pascabencana yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumbar, kami memaksimalkan jalur alternatif agar penyaluran pupuk tetap sampai di tangan petani," kata Asisten Vice President Operasional Distribusi Pupuk Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Yudi Fajarna di Kota Padang, Jumat.
Yudi mengatakan sejak bencana ekologis melanda sejumlah kabupaten dan kota di Ranah Minang, arus pengiriman logistik termasuk pupuk mengalami kendala pendistribusian.
Sebab, beberapa titik jalur utama seperti jalan nasional Lembah Anai yang menghubungkan Kota Padang-Bukittinggi dan sekitarnya sempat terputus meskipun saat ini sudah bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda empat.
Selain itu, beberapa titik jalan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman juga sempat terputus atau tertimbun material longsor yang turut mempengaruhi pendistribusian.
Untuk menjamin pupuk sampai di tangan petani sebelum musim tanam, Pupuk Indonesia memaksimalkan sejumlah jalur alternatif.
Untuk penyaluran ke Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya, Pupuk Indonesia mendistribusikan lewat jalur Sitinjau Lauik.
"Pascabencana kita memilih jalur Sitinjau Lauik. Jalur ini memang lebih jauh dari jalur normal tetapi ini demi memenuhi kebutuhan petani," ujarnya.
Senada dengan itu, Manajer Penjualan Wilayah Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau PT Pupuk Indonesia (Persero) Fajar Ahmad mengatakan hingga saat ini beberapa jalan utama masih belum sepenuhnya pulih pascabencana yang melanda daerah tersebut.
"Beberapa jalur di Sumatera Barat memang belum normal, tapi kami tetap berusaha agar pupuk ini secepatnya tiba di tangan petani sebelum musim tanam tiba," kata dia.
Baca juga: Sumbar terima alokasi 1.100 ton pupuk subsidi jenis NPK
Baca juga: Hutama Karya sampaikan progres pengerjaan di lokasi bencana di Sumbar
Baca juga: LPS siap bayar klaim nasabah BPR Suliki di Sumbar pascapencabutan izin
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































