Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan akan mempertimbangkan usulan DPRD terkait kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, agar kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat.
"Saya akan mempertimbangkan, kalaupun ada penyesuaian jangan kemudian memberatkan bagi pengunjung,” kata Pramono saat ditemui setelah meninjau Pameran Flora-Fauna 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat.
Kendati demikian, Pramono menilai harga tiket masuk Ragunan saat ini terbilang sangat murah dibandingkan kebun binatang di lokasi lain.
Pramono mengaku dirinya memang mempertahankan agar harta tiket masuk kebun binatang tersebut tetap terjangkau untuk masyarakat.
Pramono juga mengatakan usulan tersebut belum secara resmi disampaikan kepadanya. Namun ia memastikan akan mempertimbangkan usulan itu dengan hati-hati.
Sebelumnya, Tiket Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan diusulkan naik.
Tarif untuk pengunjung dewasa diusulkan menjadi Rp4.000 hingga Rp10.000, sedangkan tarif anak-anak Rp3.000 hingga Rp7.500.
Usulan tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya.
Menurut Dimaz, penyesuaian tarif diperlukan agar pengelola TMR bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan perawatan satwa.
“Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat,” kata Dimaz.
Dimaz mengatakan kenaikan tarif nantinya harus diikuti dengan peningkatan pelayanan.
Dengan begitu, pengunjung juga bisa merasakan manfaat dari tarif baru tersebut.
“Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan,” ujarnya.
Baca juga: Legislator: Kenaikan tiket masuk Ragunan harus disertai manfaat
Baca juga: DPRD DKI Jakarta dan pengelola sepakat naikkan tiket masuk Ragunan
Baca juga: Penyesuaian tarif Ragunan demi pelayanan dan kesejahteraan satwa
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































