Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menerima Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006 Thaksin Shinawatra beserta keluarganya, termasuk putrinya, Perdana Menteri Thailand periode 2024-2025 Paetongtarn Shinawatra di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu malam.
Sejumlah foto pertemuan itu dibagikan oleh Sekretariat Kabinet (Setkab) RI di Jakarta, Rabu beserta deskripsi pertemuan yang disebut "hangat dan penuh keakraban".
"Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum untuk mempererat persahabatan yang telah terjalin lama. Dalam suasana santai, Bapak Presiden dan Thaksin juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Di Indonesia, Thaksin bukan nama yang asing. Thaksin saat ini turut berkontribusi dalam tata kelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai anggota dewan penasihat.
"Melalui pertemuan-pertemuan seperti ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan dan komunikasi dengan para pemimpin serta tokoh dunia sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama dan memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Teddy.
Pertemuan terakhir Presiden Prabowo dengan putri Thaksin, yang hari ini turut bersilaturahmi ke Kertanegara, berlangsung pada 2025 lalu, yaitu saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Bangkok, Thailand, pada 19 Mei 2025. Dalam rangkaian lawatan resminya ke Bangkok saat itu, Paetongtarn masih menjabat sebagai perdana menteri Thailand.
Walaupun demikian, Paetongtarn pada 29 Agustus 2025 dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi Thailand setelah skandal percakapan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik. Keduanya saat itu berbicara membahas sengketa perbatasan.
Selepas itu, Paetongtarn juga mundur dari posisinya sebagai Ketua Partai Pheu Thai.
Insiden itu kemudian diikuti dengan pemilihan umum di Thailand pada September 2025. Pemilu pun dimenangkan oleh Anutin Charnvirakul dari Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif, dan merupakan oposisi dari Partai Pheu Thai.
Sementara itu, Thaksin pada awal bulan lalu bebas penuh dari hukumannya setelah menerima ampunan Raja Thailand. Berdasarkan isi dekret tersebut, Thaksin tidak perlu lagi menjalani masa percobaan yang berakhir pada 9 September 2026.
Baca juga: PM Thailand ajak Presiden Prabowo kunjungi pameran seni dan kuliner lokal
Baca juga: Presiden RI-PM Thailand sepakat kerja sama pengembangan industri halal
Baca juga: Presiden disambut jajar kehormatan di Government House Thailand
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































