Situbondo (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, mengirim tim sebagai upaya memulihkan gangguan psikologis santriwati pasca-peristiwa ambruknya atap asrama santri putri di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani (SAQJ) pada Jumat.
Atap bangunan asrama putri pondok pesantren di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, itu ambruk pada Rabu (29/10) dini hari dan mengakibatkan seorang santriwati Putri Hemilia Oktaviantika (13) meninggal, sementara 18 korban lainnya luka-luka.
Kabag SDM Polres Situbondo AKP Aryo Pandanaran mengatakan kegiatan pemulihan trauma bertujuan embantu korban dan keluarga mengatasi tekanan emosional setelah insiden atap asrama pesantren ambruk.
Baca juga: Polisi selidiki penyebab ambruknya atap bangunan pesantren Situbondo
"Kami ingin hadir bukan hanya dalam sisi penanganan hukum dan keamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan, dan pendampingan psikologis ini penting agar korban dan juga keluarga bisa pulih secara mental dan emosional," katanya.
Dalam kegiatan pemulihan gangguan psikologis santriwati dan keluarganya itu, kata Aryo, tim pemulihan trauma memberikan ruang bagi keluarga korban untuk menyalurkan perasaan duka dan kecemasan, mulai dengan sesi berbagi cerita, konseling personal hingga doa bersama.
Menurutnya, pendekatan spiritual healing juga dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan iman dan semangat mereka menghadapi musibah.
"Tim fokus pada active listening, empati serta pemberian teknik mengelola stres agar keluarga korban mampu bangkit kembali," ujar Aryo.
Baca juga: Kemenag salurkan bantuan untuk dua pesantren tertimpa musibah di Jatim
"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan, sejumlah keluarga korban mengaku merasa lebih tenang dan terbantu dengan perhatian yang diberikan Polres Situbondo," katanya.
Insiden ambruknya salah satu atap bangunan asrama putri pesantren itu terjadi pada Rabu (29/10) dini hari sekitar pukul 1.00 WIB, saat semua santriwati tengah beristirahat, dan setelah hujan disertai angin atap asrama putri itu ambruk menimpa para santriwati yang sedang tidur.
Dari 19 orang santriwati itu, satu korban meninggal, dua korban menjalani perawatan medis di RSUD Besuki, sedangkan belasan santriwati lainnya mengalami luka ringan.
Baca juga: BPBD Jatim bantu bahan bangunan untuk pesantren ambruk di Situbondo
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































