Perusahaan-perusahaan China rajai produksi robot humanoid global 2025

4 weeks ago 18

Shanghai (ANTARA) - Sebuah laporan industri mengungkapkan perusahaan-perusahaan robotika China muncul sebagai produsen robot humanoid terbesar di seluruh dunia pada 2025.

Pencapaian ini menyoroti peningkatan pesat negara tersebut dalam sektor manufaktur yang sedang berkembang (emerging) ini.

AgiBot yang berbasis di Shanghai mencapai volume pengiriman tahunan lebih dari 5.100 unit, mengamankan 39 persen pangsa pasar robot humanoid global dan menempati peringkat pertama di dunia baik untuk volume pengiriman maupun pangsa pasar, menurut laporan yang dirilis Omdia, perusahaan konsultan teknologi di London, pada Kamis (8/1).

Kemudian disusul oleh Unitree yang berbasis di Hangzhou dan UBTECH yang berbasis di Shenzhen, yang masing-masing mencatat volume pengiriman sebanyak 4.200 dan 1.000 unit.

AgiBot dan UBTECH berfokus pada aplikasi komersial dan industri, sementara robot Unitree banyak digunakan di pasar penelitian, pendidikan, serta konsumen.

Tahun lalu, manufaktur robot humanoid utama China lainnya seperti Leju Robot, EngineAI, dan Fourier, bersama perusahaan sejenis dari Amerika Serikat (AS) termasuk Figure AI, Agility Robotics, dan Tesla, masing-masing mencapai volume pengiriman mulai dari 150 hingga 500 unit. Pengiriman tahunan global diperkirakan telah mencapai sekitar 13.000 unit.

Dalam hal daya saing produk, AgiBot, Figure AI, Tesla, UBTECH, dan Unitree dianggap sebagai pemain papan atas, menurut laporan berjudul "General-purpose Embodied Intelligent Robots" tersebut.

Para produsen robot China, termasuk EngineAI dan UBTECH, berencana meningkatkan produksi mereka.

Tahun 2026 menandai titik balik penting bagi industri robotika, dari sekadar "menangani banyak tugas dengan kemampuan terbatas" menjadi benar-benar "menyelesaikan tugas dengan kinerja tinggi dan mencapai penerapan praktis," kata Luo Jianlan, kepala ilmuwan di AgiBot.

"Semakin banyak robot yang digunakan, semakin banyak pula data aktual berharga yang dikumpulkan, sehingga memungkinkan pelatihan model yang lebih baik," ujar Luo.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |